Media Berkemajuan

14 Juni 2024, 11:06

Ini Dia Strategi Baru Israel Jika Warga Palestina Enggan Diusir dari Gaza

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ben Gvir mendorong warga Palestina untuk pergi secara sukarela. [Foto: The Times of Israel]

Yerusalem, mu4.co.id – Pada konferensi di Yerusalem pada 28 Januari 2024, Israel diketahui telah mempersiapkan rencana alternatif untuk Gaza jika upaya mereka untuk mengusir rakyat Palestina tidak berhasil. 

Konferensi tersebut dihadiri oleh ribuan warga Israel termasuk menteri, rabbi, tokoh masyarakat, dan anggota parlemen.

Konferensi yang bertemakan “Konferensi untuk kemenangan Israel – Pemukiman Membawa Keamanan: Kembali ke Jalur Gaza dan Samaria Utara” tersebut berisi pemukiman kembali di Gaza dan membuat pernyataan yang banyak dianggap kontroversial, bahkan dianggap sebagai tindakan genosida.

Konferensi membahas rekonstruksi permukiman Israel di Gaza dan mengusulkan pengusiran warga Palestina dari tempat terkepung. 

Baca Juga: Tragis! UNRWA Sebut Militer Israel Serang Truk Bantuan Kemanusiaan Gaza

Peserta menjelaskan rencana pemukiman masa depan termasuk peta dan tahapan persiapannya, serta meminta dukungan dari pengambil keputusan. Konferensi dilaksanakan beberapa hari setelah Mahkamah Internasional (ICJ) membuat keputusan terkait genosida Afrika Selatan terhadap Israel, setelah mendengarkan bukti pada awal bulan ini.

‘Mendorong’ warga Palestina untuk pergi, ucap Ben Gvir

Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, mengusulkan agar warga Palestina “secara sukarela untuk meninggalkan” Jalur Gaza. 

Ben Gvir menanggapi seruan partisipan terkait pemindahan warga Palestina dari Gaza dengan mengatakan “Anda benar, dorongan sukarela, biarkan mereka pergi dari sini.”

“Kita harus kembali ke Gush Katif dan Samaria utara… jika tidak ingin hal ini terjadi lagi untuk ketujuh atau kesepuluh kalinya, kita harus kembali ke rumah dan mengontrol wilayah tersebut, mendorong imigrasi, dan hukuman mati bagi teroris,” ucap Ben Gvir dilansir dari TribunNews.com,Kamis (8/2).

Gush Katif merupakan blok dari 17 pemukiman Israel di Gaza selatan. Ben Gvir bersama para menteri lainnya menandatangani petisi untuk “kemenangan dan pembaruan pemukiman di Gaza”. Mereka berjanji untuk “menumbuhkan pemukiman Yahudi yang penuh kehidupan di Gaza”. 

Setelahnya, peserta merayakan dengan bendera Israel dan terdengar teriakan “kematian bagi orang-orang Arab”. Reaksi terhadap pernyataan tersebut mengindikasikan kemungkinan pelanggaran terhadap perintah ICJ.

Itay Epshtain, penasihat khusus Dewan Pengungsi Norwegia yang berbasis di Israel, membagikan video di mana Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich terlihat bergandengan tangan dan menari bersama di konferensi tersebut. 

Baca Juga: Israel Diduga Halangi Indonesia Gabung OECD, Ini Kata Kemenlu!

Pengacara hak asasi manusia tersebut menyatakan bahwa gambar tersebut “akan menjadi bagian dari bukti kuat ketidakpatuhan” terhadap perintah ICJ baru-baru ini untuk mengambil semua tindakan sesuai kewenangannya untuk mencegah tindakan genosida dan menghukum tindakan penghasutan.

“Banyak anak-anak kami yang diusir dari Gaza harus kembali sebagai pejuang, kami perlu memastikan bahwa kami kembali sebagai pemukim,” ucap Smotrich.

Menteri pariwisata Haim Katz dan politisi Israel membuat pernyataan serupa pada konferensi tersebut.

Membuat warga Gaza kelaparan

“Orang-orang Arab akan pindah… kami tidak memberi mereka makanan, kami tidak memberi apapun kepada orang-orang Arab, mereka harus pergi. Dunia akan menerima mereka,” ucap Daniella Weiss selaku mantan walikota pemukiman Kedumim di Tepi Barat.

Pada konferensi, Ben Gvir mengatakan strategi ganda terkait Gaza yaitu mendorong penduduk untuk pergi sambil mempromosikan dan mendukung kedatangan pemukim Israel ke daerah tersebut secara bersamaan.

“Kami akan memulai konflik untuk mencegah ketidakpastian dan ketidakbertujuan lebih lanjut,” ucap Ben Gvir.

“Sangat penting untuk merebut kembali dan menegaskan kendali atas wilayah di selatan. Kita juga harus merancang solusi bagi masyarakat yang bermoral, koheren secara rasional, dan menguntungkan,”

Ben Gvir mengakhiri dengan mengatakan “Mendorong emigrasi dari Gaza adalah suatu kebutuhan”.

“Israel mempunyai kewajiban untuk bertindak demi kepentingan kita sendiri…bahkan jika perang ini mengubah migrasi sukarela menjadi situasi yang terpaksa, kita harus menyelesaikan Gaza dengan pasukan keamanan dan pemukim,” ucap Menteri Komunikasi Israel, Shlomo Karai, mengulangi komentar Ben Gvir.

Sumber: TribunNews.com

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!