Media Utama Terpercaya

12 Mei 2026, 21:45
Search

Otoritas Haji 2026 Terapkan Aturan Jemaah Haji Hanya Boleh Membawa Satu Tas ke Mina. Ini Alasannya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
jemaah haji di Mina
Ilustrasi jemaah haji di Mina. [Foto: AI/mu4.co.id]

Mina, mu4.co.id – Otoritas penyelenggara haji resmi memperketat aturan barang bawaan jemaah menjelang fase puncak ibadah haji di kawasan Mina. Dalam kebijakan terbaru, setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa satu tas utama saat bergerak menuju Mina.

Aturan tersebut tertuang dalam surat edaran yang diterbitkan Misi Haji di Makkah pada 6 Mei 2026 dan mulai disosialisasikan kepada seluruh jemaah melalui petugas lapangan.

Berdasarkan ketentuan itu, koper troli, tas kabin (hand-carry), maupun tas tambahan lainnya dilarang dibawa selama proses perpindahan menuju Mina berlangsung.

Otoritas haji menegaskan kebijakan tersebut diterapkan tanpa pengecualian guna menjaga kelancaran mobilitas jutaan jemaah yang akan berkumpul di area perkemahan Mina dalam waktu bersamaan.

Baca juga: Saudi Perluas Area Teduh di Mina, Ribuan Kipas Kabut Disiapkan untuk Jemaah Haji!

“Ruang di Mina sangat terbatas. Tas troli dan bagasi tambahan hanya akan mempersempit ruang gerak jemaah di dalam tenda dan menghambat mobilisasi di jalur-jalur padat,” demikian isi edaran yang dikutip dari laporan The Islamic Information, Selasa (12/5).

Seluruh jemaah diminta hanya membawa kebutuhan penting yang dapat dimuat dalam satu tas. Sementara koper maupun barang tambahan lainnya harus ditinggalkan di hotel atau lokasi penyimpanan yang telah ditentukan.

Pihak penyelenggara menilai barang bawaan berlebih berpotensi mengganggu operasional, memperlambat arus perpindahan jemaah, hingga menimbulkan kepadatan di area tenda Mina yang memiliki kapasitas terbatas.

Baca juga: Tingkatkan Layanan Haji 2026, Arab Saudi Pasang 74 Eskalator di Mina

Karena itu, seluruh petugas lapangan telah diarahkan untuk memberikan pengarahan langsung kepada jemaah sebelum keberangkatan dimulai sekaligus memastikan aturan tersebut dipatuhi sepenuhnya.

Mina sendiri menjadi salah satu titik terpadat dalam rangkaian ibadah haji karena jutaan jemaah berkumpul di kawasan tersebut untuk menjalani prosesi mabit dan melontar jumrah.

Otoritas berharap kebijakan pembatasan barang bawaan ini dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih tertib, aman, dan nyaman selama fase puncak haji berlangsung.

(Himpuh, kompas, The Islamic Information)

[post-views]
Selaras