Media Berkemajuan

16 Juli 2024, 15:11

Muhammadiyah Segera Berangkatkan Relawan Kesehatan dan Kirim Bantuan Gempa Turki

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print

Jakarta, mu4.co.id – Pimpinan Pusat Muhammadiyah segera berangkatkan tim relawan kesehatan dan kemanusiaan serta bantuan perlengkapan untuk korban gempa di Turki dan Suriah.

Seperti diketahui gempa bumi dahsyat telah menghantam Turki dan Suriah dan dirasakan juga hingga ke negara-negara sekitarnya. Gempa pertama terjadi berkekuatan M 7,8 menghantam wilayah Gaziantep di tenggara Turki pada Senin (06/02) pukul 04.17 pagi waktu setempat. Sementara itu, gempa kedua menghantam wilayah Kahramanmaras di sebelah tengah Turki dengan kekuatan M 7,5.

Lebih dari 3000 orang warga yang berada negera Turki dan Suriah meninggal dunia, sekitar 14.500 orang terluka dan 4.900 bangunan rata dengan tanah (Data Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat Turki (AFAD) pada Senin (06/02 malam). Angka ini diperkirakan akan bertambah seiring dengan pendataan yang terus berlangsung.

Baca juga : Korban Gempa Dahsyat Turki Terus Bertambah Hingga 3.700 Orang

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyampaikan bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap korban gempa Turki dan Suriah. “Sebagai bangsa yang besar, bangsa Turki akan tetap sabar dan tegar,” tutur Abdul Mu’ti pada Selasa (7/2) di Jakarta.

Sebagai bentuk dukungan spiritual, lanjut Mu’ti,  PP Muhammadiyah mengimbau umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah untuk memanjatkan doa dan shalat Ghaib untuk mereka yang wafat.

Selain itu, Mu’ti juga menerangkan bahwa Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) siap memberangkatkan relawan kesehatan dan kemanusiaan untuk membantu melakukan evaluasi dan layanan medis ke Turki.

“Lazismu juga menghimpun bantuan dana untuk disalurkan kepada masyarakat Turki yang terdampak gempa,” imbuh Mu’ti.

MDMC telah menyiapkan 29 relawan dalam keadaan siaga dan siap berangkat. Saat ini, EMT Muhammadiyah tengah berkoordinasi dengan pemerintah yaitu BNPB, Kememko PMK, Pusat Krisis Kemenkes dan Kementrian Luar Negeri.

29 relawan dalam tim EMT itu sendiri terdiri dari 5 Dokter Emergency, 2 Dokter bedah orthopedi, 7 Perawat, 2 Apoteker, 1 Bidan, 1 Psikolog, 1 Safety & Security Officer, 7 Logistik (setup WASH dan lainnya), 1 Admin Medis, 1 Dokumentator, dan 1 Liaison Officer.

[post-views]
Selaras