Media Berkemajuan

26 Mei 2024, 05:00

3 Naskah Sejarah Indonesia Ditetapkan UNESCO Jadi Memori Dunia, Berikut Daftarnya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol [Foto: suriminang.id]

Mongolia, mu4.co.id – United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan 3 warisan dokumen sejarah asal Indonesia sebagai Memory of the World (MOW) atau Memori Dunia kawasan Asia-Pasifik dalam sidang komite MOW Asia-Pasifik di Ulan Bator, Mongolia, Rabu (08/05/2024).

“Jadi, Indonesia mengajukan satu naskah dan dua arsip. Alhamdulillah, ketiganya diterima sebagai Memory of the World for Asia and Pasific,” kata ​Ketua Kelompok Kerja Pengelolaan Naskah Nusantara Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Aditia Gunawan, Kamis (09/05/2024).

Adapun ketiga warisan dokumen sejarah tersebut yaitu:

  1. Naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol yang diusulkan Perpustakaan Nasional RI dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat
  2. Arsip Indarung I yang diajukan oleh PT Semen Padang, dan
  3. Arsip Indonesian Sugar Research Institut tahun 1887-1986 yang diusulkan Kantor Perpustakaan dan Arsip Jawa Timur dan Balai Penelitian Gula Indonesia.

Untuk diketahui, naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol diusulkan oleh Perpusnas dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat. Kemudian, Arsip Indarung Semen Padang diusulkan PT Semen Padang. Sedangkan, arsip tentang Indonesian Sugar Research Institute tahun 1887-1986 diusulkan Kantor Perpustakaan. Serta Arsip Jawa Timur serta Balai Penelitian Gula Indonesia.

Arsip Indarung Semen Padang [Foto: infosumbar]
Arsip tentang Indonesian Sugar Research Institute [Foto: p3gi.co.id]

Baca juga: Berkat Usul Indonesia dan Negara-negara Ini, UNESCO Akui Idul Fitri & Idul Adha Jadi Hari Besar Keagamaan!

Lebih lanjut, Aditia menegaskan bahwa dokumen-dokumen tersebut dianggap signifikan bukan hanya secara nasional namun juga pada tataran global. Sebagai contoh isi dari naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol yang berisikan atau mengajarkan tentang kedamaian dan konsiliasi. “Naskah ini penting karena satu-satunya di dunia. Jadi ini sangat langka dan istimewa,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam siaran pers UNESCO menyatakan bahwa penetapan Arsip Indarung Semen Padang dan Arsip Indonesian Sugar Research Institute tahun 1887-1986 menjadi bukti sejarah perkembangan teknologi industri yang terus mencatat inovasi signifikan dari masa ke masa. Dengan demikian, penetapan arsip dan naskah sebagai Memory of the Word kawasan Asla-Pasifik tahun ini tidak hanya merayakan pencapaian Asia-Pasifik dalam bidang literatur, tetapi juga di bidang geneologi dan ilmu pengetahuan.

Perpusnas pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama melestarikan warisan budaya tersebut. Pihaknya mengatakan bahwa pelestarian budaya itu penting karena telah teregistrasi dan diakui dunia internasional. Oleh karena itu, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya penting untuk memastikan dan menjamin pelestarian ketiga dokumen tersebut, hingga dua arsip dan satu naskah itu bisa semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Sebagai informasi, sebelumnya pada 2023 UNESCO telah menetapkan arsip pidato Presiden Sukarno di Sidang Umum PBB tahun 1960 dan naskah Hikayat Aceh sebagai Memory of the World. Bersama dengan arsip Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 dan arsip Gerakan Non-Blok I di Beograd tahun 1961, arsip pidato Presiden Sukarno di Sidang Umum PBB tahun 1950 itu pun disebut sebagai “Tiga Tinta Emas Abad 20”.

Sumber: historia.id, rri.co.id

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!