Media Berkemajuan

13 April 2024, 11:47

Waspada! Harga Beras Dikabarkan Naik 7%

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Harga beras naik sejak awal tahun 2024. [Foto: Bisnis Sumatra]

Jakarta, mu4.co.id – Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat ini harga beras telah mengalami kenaikan signifikan. Sri Mulyani menyatakan bahwa perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi ini, terutama mengingat dekatnya bulan puasa dan perayaan Lebaran.

Dia mencatat bahwa kenaikan harga beras sejak awal tahun alias year to date, telah mencapai 7,7%. Awalnya, harga beras berada di kisaran Rp 14.000 per kilogram, namun saat ini telah mencapai rata-rata di atas Rp 15.000 per kilogram.

“Kita harus waspada terhadap kenaikan harga beras bulanan yang mencapai 7,7% year to date, hingga 21 Februari telah mencapai harga rata-rata Rp 15.175. ini yang berkontribusi pada inflasi volatile food pada headline inflation kita,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN Kita, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga: Sudah Salurkan Banyak Beras, Namun di Minimarket Masih Kosong?

Menurut Sri Mulyani, beberapa komoditas selain beras mengalami kenaikan harga, antara lain cabai merah naik 17%, telur ayam naik 3,9%, daging ayam naik 2,2%, dan bawang putih naik 1,9%. 

Kenaikan harga barang pokok ini dianggap sebagai tantangan besar menjelang bulan puasa disaat konsumsi masyarakat meningkat. Jika masalah ini tidak diselesaikan, tingkat inflasi Indonesia dapat terus meningkat, menyebabkan harga-harga terus meroket di kalangan masyarakat.

“Ini menjadi tantangan menjelang Idul Fitri dan Ramadhan, maka volatile food mesti segera distabilkan agar headline inflation kita masih bisa dijaga rendah pada saat inflasi dunia dan negara maju mengalami penurunan,” ucap Sri Mulyani.

Meskipun demikian, menurut Sri Mulyani, inflasi secara keseluruhan di Indonesia masih cukup stabil dan bahkan relatif rendah dibandingkan beberapa negara maju dan inflasi rata-rata global. 

Baca Juga: Ekonom Tak Setuju Ide Pangkas Subsidi BBM Untuk Makan Gratis Karna Hal Ini!

Pada bulan Januari 2024, core inflation di Indonesia mencapai 1,68%, sementara inflasi harga-harga yang diatur oleh pemerintah tercatat rendah di 1,74%. Namun, inflasi pada makanan yang cenderung volatile food cukup tinggi, mencapai 7,2%.

“Di dalam negeri kita cukup baik menjaga stabilitas. Inflasi di Indonesia relatif rendah dibandingkan negara maju maupun inflasi global. Inflasi relatif rendah masih terjaga hingga akhir tahun,” katanya. 

Sumber: detikfinance

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!