Media Utama Terpercaya

6 Mei 2026, 12:12
Search

Untuk Pemerataan Pendidikan, Disdikbud Kalsel Salurkan Dana Hibah Bapintar Rp500 Juta!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Disdikbud Kalsel berikan dana hibah untuk pemerataan pendidikan
Disdikbud Kalsel berikan dana hibah untuk pemerataan pendidikan. [Foto: AI/Media Center Provinsi Kalimantan Selatan]

Banjarmasin, mu4.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mendorong pemerataan akses pendidikan dengan menyalurkan Dana Hibah Bantuan Pendidikan Kesetaraan (Bapintar) senilai Rp500 juta kepada 13 pemerintah kabupaten/kota.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Otonomi Daerah dan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Banjarbaru. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang diwakili Sekretaris Daerah Muhammad Syarifuddin, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan daerah.

Baca juga: Perpisahan Sekolah Dibatasi, Disdikbud Kalsel Larang Acara Mewah dan Iuran Wajib!

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menekan angka putus sekolah, sekaligus merealisasikan janji kepala daerah dalam memperluas akses pendidikan nonformal melalui Paket A, Paket B, dan Paket C.

“Jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Sesuai dengan janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur, kita akan memaksimalkan program Paket A, Paket B, dan Paket C,” ujarnya dilansir dari Media Center Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (5/5).

Penyaluran dana dilakukan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalsel. Abdul Rahim menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, mengingat pelaksanaan program Paket A dan B menjadi kewenangan daerah setempat.

Baca juga: Anjungan Kalsel Raih Terbaik I di TMII Award 2026, Bukti Konsistensi Pelestarian Budaya!

Selain itu, bantuan difokuskan untuk mendukung kebutuhan pendidikan siswa dengan pembagian alokasi, yakni 60 persen untuk perlengkapan utama, 30 persen kebutuhan penunjang, dan 10 persen sebagai cadangan.

Melalui program ini, Pemprov Kalsel berharap hambatan biaya maupun administratif tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak dalam mengakses pendidikan, sehingga kualitas sumber daya manusia di daerah dapat terus meningkat.

(Media Center Provinsi Kalimantan Selatan)

[post-views]
Selaras