Banjarmasin, mu4.co.id – Kabar duka kembali menyelimuti ketika berita tentang wafatnya KH. Husin Naparin mulai tersebar di media sosial.
KH Husin Naparin dikabarkan meninggal dunia di usia 78 tahun pada Rabu 6 Mei 2026 pukul 08.30 Wita di Rumah Sakit Sultan Agung Banjarbaru setelah beberapa lama menjalani perawatan.
“Beliau sakit jantung dan paru dan juga memang sudah sepuh sehingga kondisinya lemah. Sering keluar masuk rumah sakit,” kata Ustaz Fahrie keponakan KH Husin Naparin Lc MA, dikutip dari Banjarmasinpost.
Husin Naparin sempat menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin, sebelum dipindah RS Sultan Agung Banjarbaru.
Profil KH. Husin Naparin
KH Husin Naparin lahir di Kalahiang, Paringin, Hulu Sungai Utara (sekarang termasuk Balangan) pada 10 November 1947 atau 24 Zulhijjah 1366 Hijriah. Ayahnya bernama H. Muhammad Arsyad dan ibunya Hj. Rusiah.
Baca juga: MUI Pusat Kunjungi MUI Kalsel Untuk Lakukan Evaluasi, Ini 11 Instrumen Yang Dibahas!
Ia menempuh pendidikan di SDN Kalahiang, Paringin 1953-1959 (Ijazah 1959), dilanjutkan ke PGA Swasta Komplek Al Hasaniah, Layap Paringin 1959-1962, lalu Normal Islam Putera, Amuntai, Kalimantan Selatan (sederajat Tsanawiah dan Aliyah) 1962-1966 (Ijazah tahun 1967).
Kemudian Husin Naparin melanjutkan ke Fakultas Ushuluddin, IAIN Antasari Cabang Banjarmasin di Amuntai 1966-1969 (Sarjana Muda, ijazah tahun 1969), Fakultas Ushuluddin, Al Azhar University, Cairo, Jurusan Al-Da‟wah wa al-Irsyad, 1972/1973 (Lisence/Lc., ijazah tahun 1976), Punjab University, Lahore, Pakistan, Jurusan Islamic Studies (MA) tahun 1984 (ijazah 1986), Islamic University, Islamabad, Pakistan, Jurusan Bahasa Arab 1984 s/d 1987 (MA) (Ijazah tahun 1987).
Perjalanan karirnya dimulai dengan mengajar sebagai guru Normal Islam pada tahun 1968-1972, Pegawai Musim Haji KBRI Jeddah tahun 1975, 1977, dan 1978, Pegawai setempat KBRI Jeddah (Local Staff) pada bagian Tata Usaha dan kemudian Politik tahun 1978-1983.
Ia menjadi dosen STAI Al Jami Banjarmasin sejak 1987, Dosen Luar Biasa pada IAIN Antasari Banjarmasin mengajar Bahasa Arab di Fakultas Dakwah dan Pasca Sarjana, dan juga mengajar Ilmu Ulum Al-Qur‟an & Bahasa Arab Program Khusus pada Fakultas Ushuluddin.
Selain itu juga mengajar Tarjamah pada Fakultas Tarbiyah, dan mengajar Fiqih pada Fakultas Syariah Al-Falah Banjarbaru, serta Dosen STAI Al Jami Banjarmasin dengan pangkat Pembina Tk I (IV/b) dan jabatan sebagai Lektor Kepala Madya.
Baca juga: Konsulat Malaysia Temui Walikota Banjarmasin, Hadiri Pelantikan Ketua DMDI Kalsel
Beliau juga pernah menjadi Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin pada 1999-2001 dan 2001-2004, Ketua Dewan Masjid Propinsi Kal-Sel tahun 1999-2004, dan Ketua Umum Badan Pengurus Masjid Jami Banjarmasin 2007-2017.
Serta menjadi Ketua Umum MUI Kota Banjarmasin (1992-1997 dan 1997-2002) dan Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Selatan (2016-2021 dan 2021-2026).
KH. Husin Naparin dikenal sebagai ulama yang sederhana, ceramahnya yang sejuk, dan pembawaannya yang kharismatik sehingga ia disegani di semua kalangan.
Berdasarkan informasi jenazahnya disholatkan di Masjid Jami Banjarmasin usai Zuhur, dan dimakamkan di pemakaman keluarga di Paringin, Kabupaten Balangan.













