Media Utama Terpercaya

1 Mei 2026, 21:26
Search

Kemendiktisaintek Wacanakan Penutupan Prodi Tak Relevan dengan Industri, Ini Daftarnya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
prodi ditutup
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mewacanakan penutupan prodi yang dinilai usang, untuk menyesuaikan lulusan dengan kebutuhan industri strategis nasional. Kebijakan ini mendorong kampus melakukan evaluasi, sementara mahasiswa diminta lebih cermat memilih jurusan sesuai tren pasar kerja.

Sekjen Kemendiktisaintek Badri Munir Sukoco menyebut selama ini banyak perguruan tinggi dinilai membuka prodi berdasarkan tren peminat tanpa mempertimbangkan kebutuhan industri.

“Saat ini perguruan tinggi yang ada di Indonesia sebagian besar itu mengunakan market-driven. Market-driven itu apa? Yang lagi laris apa, dibuka prodinya,” ujar Badri dikutip dari Suara.com, Jum’at (1/5).

Baca Juga: Pemerintah Bakal Tutup Prodi Kuliah yang Tak Relevan dengan Kebutuhan Masa Depan, Ini Tujuannya!

Adapun perkiraan kategori jurusan yang berpotensi ditutup, dilebur, atau dievaluasi ketat, antara lain:

  1. Administrasi Perkantoran Klasik dan Kesekretariatan: Dengan fokus nasional pada digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), prodi ini berisiko ditinggalkan karena pekerjaan rutin mudah digantikan otomatisasi.
  2. Beberapa Cabang Ilmu Sosial dan Humaniora Murni: Jurusan yang bersifat sangat teoretis tanpa integrasi dengan sains data atau pemecahan masalah industri mungkin akan dipangkas. Pemerintah akan lebih memprioritaskan program studi interdisipliner.
  3. Manajemen Bisnis Konvensional: Jurusan manajemen yang sudah sangat jenuh (oversaturated) dan tidak memiliki spesialisasi teknologi, hilirisasi, atau maritim berpotensi dilebur. Kampus dituntut menawarkan manajemen yang spesifik, seperti Manajemen Rantai Pasok Energi atau Manajemen Manufaktur Maju.
  4. Teknik Manufaktur Tradisional: Jurusan yang masih mempelajari mesin dan manufaktur konvensional tanpa menyentuh advanced materials (material maju), semikonduktor, atau robotika industri kemungkinan besar akan dipaksa untuk memperbarui kurikulum secara total atau ditutup.

Pemerintah akan segera mengevaluasi kesesuaian prodi dengan arah pembangunan untuk menekan pengangguran terdidik, dengan dukungan penuh dari para rektor. 

Baca Juga: Naik Kelas di Ranking Dunia, Prodi Biologi UGM Raih Peringkat 1 di Indonesia!

Sementara itu, kampus diminta berani mengambil keputusan sulit dan diarahkan membuka atau mengembangkan prodi yang selaras dengan kebutuhan industri prioritas.

Pemerintah mendorong kampus beralih ke strategi market driving dengan mencetak SDM untuk industri prioritas yang ditargetkan tumbuh 12–15 persen.

Pemerintah juga telah menetapkan delapan sektor strategis seperti energi, pertahanan, digitalisasi yakni kecerdasan buatan dan semikonduktor, kemudian hilirisasi, dan industrialisasi, kesehatan, pangan, maritim, material dan manufaktu maju, untuk mendorong kebutuhan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

(Suara.com)

[post-views]
Selaras