Jakarta, mu4.co.id – Simbol tiga jari menarik perhatian dalam aksi demonstrasi mahasiswa dan pemuda bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, pada Rabu (28/10/2026).
Gestur tersebut dilakukan dengan mengacungkan tiga jari, yakni telunjuk, jari tengah, dan jari manis, sementara jari lainnya ditekuk tersebut, ramai dibagikan melalui media sosial oleh sejumlah kelompok mahasiswa.
Penggunaan simbol ini bukan hal baru dalam aksi demonstrasi di Indonesia maupun negara lain. Maknanya dapat berbeda-beda, bergantung pada konteks gerakan dan pesan yang ingin disampaikan oleh penggunanya.
Lantas, apa arti dari simbol tiga jari yang ramai di media sosial saat demo 28 Oktober 2026 tersebut? Arti simbol tiga jari atau yang dikenal three-finger salute tidak memiliki satu makna yang berlaku secara universal. Namun, dalam konteks demonstrasi dan gerakan sosial, gestur ini sering digunakan untuk menyampaikan pesan solidaritas, kebebasan, perlawanan, dan perjuangan melawan ketidakadilan.
Baca juga: Demo di Hari Sumpah Pemuda, Ini Tuntutan Massa dan Situasi di Bundaran HI
Adapun popularitas simbol tiga jari juga tidak terlepas dari budaya populer, terutama seri novel dan film The Hunger Games karya Suzanne Collins. Dalam cerita distopia tersebut, masyarakat hidup di bawah pemerintahan Capitol yang otoriter. Ketidakadilan dan penindasan yang dialami masyarakat kemudian memunculkan gerakan perlawanan terhadap penguasa.
Selain itu, gestur itu juga pernah digunakan dalam aksi pro-demokrasi di berbagai negara. Seperti di Thailand pada 2020, simbol tiga jari digunakan oleh kelompok demonstran yang menuntut perubahan politik. Gestur serupa juga muncul dalam gerakan pro-demokrasi di Hong Kong pada 2019. Dalam berbagai aksi tersebut, simbol tiga jari menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi politik sekaligus menunjukkan solidaritas di antara peserta demonstrasi.
Adapun dalam konteks demonstrasi yang berlangsung bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, penggunaan simbol tiga jari dapat dipahami sebagai bahasa visual untuk menyampaikan pesan dan menyatukan solidaritas antarpeserta aksi.
Simbol tersebut juga dikaitkan dengan nilai keadilan, kebebasan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Meski demikian, makna spesifiknya tetap perlu dipahami berdasarkan konteks dan penjelasan dari kelompok yang menggunakannya.
Dengan demikian, simbol tiga jari bukan sekadar gestur tangan. Dalam gerakan sosial, simbol ini dapat menjadi bentuk ekspresi sikap, solidaritas, dan aspirasi yang disampaikan melalui aksi langsung maupun unggahan di media sosial.
(kontan.co.id, kompas.com)













