Arab Saudi, mu4.co.id – Arab Saudi memangkas salah satu proses yang selama ini menyita waktu di bandara yaitu pengurusan bagasi, melalui sistem Haji Tanpa Koper, yang mulai diterapkan secara bertahap pada Mei 2026 dalam musim haji 1447 H dan kembali diterapkan pada musim haji tahun 1448H.
Dengan begitu, waktu pemrosesan kedatangan jemaah internasional dipangkas dari sekitar 120 menit menjadi hanya 15 menit, atau berkurang sekitar 87,5 %. Pemangkasan waktu tersebut memungkinkan bandara menangani kedatangan pesawat dengan lebih cepat tanpa harus memperluas kapasitas fisik terminal.
Sistem tersebut dijalankan bersama otoritas penerbangan dan transportasi untuk memisahkan pergerakan jemaah dengan distribusi koper.
Dalam pelaksanaannya, sistem logistik ini menangani lebih dari satu juta koper jemaah dari titik keberangkatan internasional hingga ke akomodasi mereka di Arab Saudi. Dengan begitu, jemaah tidak perlu lagi membawa koper melewati area pengambilan bagasi setelah mendarat.
Baca juga: Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatannya!
Bagasi dikumpulkan sejak negara asal, baik dari akomodasi jemaah maupun terminal keberangkatan yang telah ditentukan. Setelah melalui proses yang diperlukan, koper dikirim secara terpisah menuju Arab Saudi.
Sementara itu, jemaah dapat langsung meninggalkan pesawat dan melanjutkan perjalanan menuju tempat akomodasi, tanpa harus menunggu dan mengurus koper setelah mendarat yang berpotensi menambah antrean, terutama ketika jumlah kedatangan meningkat dalam waktu bersamaan.
Di samping itu, sistem haji tanpa koper ini mengandalkan integrasi digital untuk memastikan setiap koper dapat dilacak dan sampai kepada pemiliknya. Setiap bagasi dihubungkan secara digital dengan identitas jemaah melalui platform resmi Nusuk.
Integrasi tersebut menghubungkan data penumpang dengan penyedia layanan penanganan bagasi di bandara dan sistem registrasi hotel. Dengan mekanisme itu, posisi koper dapat dipantau sepanjang proses perjalanan lintas negara hingga tiba di akomodasi jemaah.
Langkah itupun ditujukan untuk mengurangi beban jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki kebutuhan medis, sekaligus sebagai bagian dari upaya Arab Saudi meningkatkan pengalaman jemaah dalam kerangka Pilgrim Experience Programme yang merupakan bagian dari Saudi Vision 2030.
Transformasi tersebut berjalan seiring dengan berbagai digitalisasi layanan perjalanan haji, termasuk penggunaan visa elektronik biometrik dan pengurangan proses administratif secara manual.
(himpuh.or.id)













