Media Utama Terpercaya

29 Oktober 2026, 14:06
Search

Hasil Exit Poll Pemilu Israel, Koalisi Jadi Penentu Pemerintahan Baru

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pemilu Israel
Hasil Exit Poll Pemilu Israel [Foto: Reuters]

Jerusalem, mu4.co.id – Persaingan antara kubu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan panglima militer Israel, Gadi Eisenkot dalam pemilu Israel berlangsung ketat. Berdasarkan pemungutan suara atau exit poll kedua kubu memperoleh kursi yang hampir sama, Selasa (27/10/2026).

Times of Israel melaporkan hasil sementara setelah 57,3% suara dihitung, menunjukkan bahwa blok pendukung Netanyahu diproyeksikan memperoleh 55 kursi, unggul tujuh kursi dari kubu Gadi Eisenkot yang memperoleh 49 kursi.

Hasil tersebut berubah dari proyeksi awal yang sempat menunjukkan keunggulan tipis kubu oposisi pimpinan Gadi Eisenkot. Sebelumnya, dari 120 kursi Knesset, kubu pimpinan Gadi Eisenkot diproyeksikan meraih 52 hingga 53 kursi, sementara kubu Benjamin Netanyahu, seperti dilaporkan Reuters, berada di kisaran 50 kursi.

Meski demikian, tidak satu pun stasiun televisi nasional Israel memproyeksikan adanya kubu yang mampu meraih 61 kursi atau jumlah minimum yang dibutuhkan untuk menguasai mayoritas di Knesset, parlemen Israel yang memiliki 120 kursi.

Sisa kursi dialokasikan kepada partai-partai Arab yang tidak tergabung dalam kedua kubu, dan angka inilah yang membuat hitungan menuju 61 kursi menjadi teka-teki, sehingga koalisi selalu menjadi satu-satunya jalan menuju pemerintahan. Namun opsi ini telah ditolak oleh Netanyahu dan Eisenkot sejak jauh hari. Sebabnya, pemerintahan baru Israel akan bergantung pada negosiasi alot antarpartai.

Baca juga: Netanyahu dan Warga Israel Gelar Doa Bersama di Masjid Al-Aqsa Picu Kecaman Luar Negeri

Meski tidak berpeluang meraih suara mayoritas, Netanyahu bertekad membangun koalisi pemerintahan baru dari partai-partai sayap kanan. Ia juga menegaskan bahwa Partai Likud merupakan partai terbesar di Israel. Netanyahu menolak kemungkinan pemerintahan yang bergantung pada dukungan partai-partai Arab.

“Kami masih menunggu hasil yang sebenarnya. Kita harus membentuk pemerintahan sayap kanan yang kuat,” kata Netanyahu, Rabu (28/10/2026)

Terkait keamanan, ia juga menyebut Israel memiliki “kesempatan unik” bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai ancaman Iran.

Sementara itu, pemimpin oposisi Gadi Eisenkot mendesak Netanyahu mundur setelah hasil exit poll menunjukkan penurunan tajam dukungan terhadap koalisinya. Menurutnya, anjloknya dukungan bagi koalisi pemerintah merupakan isyarat pencabutan mandat dari rakyat.

Koalisi Netanyahu saat ini menguasai 68 kursi di parlemen, tetapi hasil exit poll memproyeksikan perolehan kubunya turun menjadi sekitar 55 kursi. Menurutnya, hasil pemilu menunjukkan bahwa masyarakat Israel tidak lagi menginginkan Netanyahu sebagai perdana menteri.

Eisenkot mengatakan pemimpin yang baik seharusnya menghormati kehendak rakyat dan mengundurkan diri. Ia juga memperingatkan bahwa menggelar pemilu ulang merupakan langkah yang keliru.

(suaramerdeka.com, dw.com)

[post-views]
Selaras