Media Utama Terpercaya

29 Oktober 2026, 11:34
Search

Demo di Hari Sumpah Pemuda, Ini Tuntutan Massa dan Situasi di Bundaran HI

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Demo di Bundaran HI 28 Oktober 2026
Demo di Bundaran HI 28 Oktober 2026. [Foto: Instagram @ade.irwn21]

Jakarta, mu4.co.id – BEM Universitas Indonesia (UI) bersama aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) dan sejumlah elemen masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (28/10) pukul 14.00 WIB, tepat pada hari memperingati Sumpah Pemuda.

Aksi tersebut membawa lima isu utama, yakni penanganan bencana ekologis, penggunaan anggaran negara, biaya pendidikan, reformasi hukum, serta perlindungan HAM dan demokrasi. 

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, menyebut tuntutan itu terbagi dalam lima sektor dan masih sejalan dengan aspirasi yang disuarakan dalam demonstrasi pada 20 Oktober lalu.

Baca Juga: Kabut Asap Ganggu Warga Malaysia, Anggota Parlemen Desak Prabowo Bertindak Lewat Bahasa Jawa

Berikut daftar lima tuntutan yang dibawa dalam demonstrasi tersebut, antara lain:

  1. Menetapkan status bencana nasional, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, dan menuntaskan integrasi tata kelola lahan. 
  2. Mewujudkan APBN untuk kepentingan rakyat dan menghentikan pemborosan anggaran untuk kepentingan politik melalui program populis seperti MBG dan KDMP. 
  3. Menurunkan biaya pendidikan, memberikan akses layanan dasar yang merata, dan menyediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas. 
  4. Menghentikan penggunaan hukum untuk penyalahgunaan kekuasaan dan memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). 
  5. Mengembalikan kebebasan bersuara, mengadili pelanggar HAM, dan menghentikan militerisasi ruang sipil.

Situasi Demo di Bundaran HI

Mahasiswa dan warga sipil berhasil menembus penjagaan aparat dan menggelar demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Massa menyebut aksi digelar untuk mendesak pemerintah membenahi kondisi saat ini, terutama mahalnya biaya pendidikan, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan yang dinilai layak ditetapkan sebagai bencana nasional.

Baca Juga: Aksi Demo BEM se-Kalsel Ricuh hingga Robohkan Pagar DPRD, Ini 9 Poin Tuntutannya!

Sekitar pukul 15.00 WIB, sebagian mahasiswa tertahan di depan Gedung UOB karena diadang aparat kepolisian dan TNI AD. Akibatnya, Jalan Sudirman menuju Bundaran HI dan Jalan MH Thamrin ditutup. Sejumlah peserta sempat mencoba menerobos barikade, tetapi dikejar oleh aparat.

Salah seorang peserta aksi menyesalkan pengadangan tersebut. Ia menegaskan demonstrasi merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi. Massa mengaku tidak berniat membuat kerusuhan, melainkan ingin menyampaikan keresahan dan didengar pemerintah.

Sekitar pukul 18.00 WIB, polisi berupaya membubarkan massa dengan memasang barikade dan menembakkan sejumlah gas air mata. Aksi ini menjadi demonstrasi pertama di Bundaran HI setelah sejumlah aksi serupa sebelumnya berulang kali diadang aparat.

(Kompas, BBC)

[post-views]
Selaras