Media Utama Terpercaya

31 Oktober 2026, 05:41
Search

Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad Isi Kajian Khusus di Masjid Al Jihad Banjarmasin, Tekankan Empat Fungsi Masjid!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad Isi Kajian Khusus di Masjid Al Jihad Banjarmasin
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad Isi Kajian Khusus di Masjid Al Jihad Banjarmasin [Foto: Tangkapan Layar Al Jihad TV]

Banjarmasin, mu4.co.id – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2010–2027 sekaligus Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ustadz Prof Dr H Dadang Kahmad, M.Si, mengisi kajian khusus di Masjid Al Jihad Banjarmasin, Jumat (30/10/2026).

Dalam kajian tersebut, Dadang menekankan pentingnya solidaritas kemanusiaan dan penguatan fungsi masjid. Ia mengawali kajian dengan mengingatkan bahwa kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, penderitaan yang dialami umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Palestina, turut dirasakan oleh umat Islam lainnya.

“Palestina sekarang sedang menderita, kita ikut menderita. Atau di negara mana yang sedang menderita kaum muslimin, kita pun ikut menderita. Ketika asap karhutla melanda Banjarmasin, ya kami di Jawa juga ikut menderita,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa umat Islam memiliki ikatan persaudaraan yang mengharuskan mereka saling menjaga dan membantu. Selain sebagai sesama muslim, masyarakat juga dipersatukan oleh identitas kebangsaan sebagai warga Indonesia dan ikatan organisasi sebagai sesama warga Muhammadiyah.

Dalam kesempatan itu, ia mengaku senang melihat perkembangan Muhammadiyah di Banjarmasin, terutama melalui keberadaan sekolah-sekolah dan masjid yang dinilainya baik. Ia menyebut Masjid Al Jihad sebagai masjid perjuangan yang menjadi tempat tumbuhnya gerakan Islam yang mencerahkan.

“Namanya juga Al Jihad artinya perjuangan. Jadi masjid ini kalau menurut Muhammadiyah konsepnya itu memang seperti ini ada 4 misi yang harus dijalankan, yaitu masjid sebagai tempat ibadah, mengembangkan ilmu, kegiatan sosial, dan membina generasi muda,” jelas Dadang.

Baca juga: Dr. Makroen Sanjaya Berbagi Kisah dan Pengalaman Mengelola TVMu Saat Kajian Khusus di Masjid Al Jihad Banjarmasin

Adapun fungsi pertama adalah sebagai tempat ibadah sekaligus pembinaan akidah dan akhlak. Ia menekankan bahwa pelaksanaan ibadah harus berlandaskan dalil yang benar, disertai pemurnian akidah dan pembentukan akhlak mulia. “Masjid sebagai tempat ibadah itu adalah membina akidah, membina ibadah, dan membina akhlak,” sebutnya.

Fungsi kedua adalah sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Dadang mengapresiasi keberadaan perpustakaan di Masjid Al Jihad yang tidak hanya menyediakan Al-Qur’an dan kitab-kitab keislaman, tetapi juga buku-buku ilmu pengetahuan umum. Ia mengingatkan bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam yang memuat perintah membaca, yakni ‘Iqra’. Pesan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat akan pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan umat Islam.

Selanjutnya, fungsi ketiga masjid adalah sebagai pusat kegiatan sosial. Dadang menilai masjid perlu terus hadir membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti penyaluran bantuan, pengumpulan zakat, dan sedekah. Dengan demikian, keberadaan masjid tidak hanya dirasakan dalam kegiatan ibadah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Adapun fungsi keempat adalah pembinaan generasi muda. Dadang menyoroti tantangan semakin jauhnya sebagian anak muda dari masjid. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar generasi muda tetap memiliki kedekatan dengan agama dan lingkungan masjid.

Ia mengingatkan bahwa masa depan umat Islam dan Muhammadiyah sangat bergantung pada keberhasilan menyiapkan generasi penerus. Karena itu, masjid perlu menghadirkan program-program yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan remaja agar mereka merasa nyaman untuk datang, belajar, beribadah, dan beraktivitas di masjid.

Dirinya juga mengingatkan keutamaan anak muda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata’alla. Menurutnya, membina generasi muda agar tetap teguh menjalankan ibadah merupakan tantangan tersendiri di tengah berbagai godaan dan perubahan zaman.

Ia berharap Muhammadiyah terus melahirkan kader-kader muda Islam yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat dakwah. Dengan begitu, masjid dapat menjadi ruang yang menggembirakan bagi umat sekaligus tempat tumbuhnya generasi yang siap melanjutkan perjuangan Islam.

Melalui kajian ini, warga Muhammadiyah dan masyarakat luas diajak untuk bersama-sama mengoptimalkan fungsi masjid. Tidak hanya sebagai tempat menunaikan ibadah, masjid diharapkan menjadi pusat ilmu pengetahuan, pelayanan sosial, dan pembinaan generasi muda demi terwujudnya kehidupan umat yang lebih berkemajuan.

Kajian selengkapnya daapat disaksikan secara langsung melalui live streaming Channel AL JIHAD TV

Selain itu, dapat pula didengarkan melalui Live streaming Radio Suara Al Jihad FM 105.1 Mhz: http://suaraaljihadfm.blogspot.com/.

[post-views]
Selaras
Populer
Terkini