Banjarmasin, mu4.co.id – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Akademi Jurnalistik Muhammadiyah Banjarmasin 2026 di Masjid Al Jihad Banjarmasin, pada 30-31 Oktober 2026.
Kegiatan bertema “Dakwah Digital bagi Lembaga Penyiaran di Kalimantan Selatan” ini dihadiri oleh peserta dari perwakilan lembaga serta masjid Muhammadiyah di Kalimantan Selatan.
Ketua MPI PWM Kalimantan Selatan, Dr. Muhammad Alif, M.Si., melalui perwakilannya Fuad Rahman, menekankan bahwa dakwah digital tidak cukup hanya dengan menayangkan ceramah, pengajian, atau mengunggah konten di media sosial. Ada pesan yang perlu dikelola agar dakwah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
“Inilah kenapa pertemuan ini penting sehingga kita bisa mengelola pesan, mengelola platform digital ini menjadi lebih profesional, memahami teknologinya, kemudian menjaga ruh dakwahnya. Artinya, jangan sampai kita sibuk memproduksi konten tetapi mengabaikan mutu dan pesan yang akan disampaikan,” ujar Fuad Rahman.
Baca Juga: Menebar Pencerahan, Masjid Al Jihad Banjarmasin Gelar Kajian Khusus Bersama Prof Dadang Kahmad
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si yang juga hadir dalam kegiatan ini menyoroti tingginya penggunaan ponsel di Indonesia yang disebut mencapai 10 jam per hari. Menyadari besarnya peluang tersebut, Muhammadiyah terus mengembangkan dakwah digital melalui berbagai platform, mulai dari TVMU hingga media sosial seperti Facebook, YouTube, dan Instagram.
Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan agar peserta mengikuti materi dari narasumber dan fasilitator dengan sungguh-sungguh, tidak sekadar mendengarkan, tetapi juga memahami dan menerapkannya.
“Silakan tekuni materi dari narasumber dan fasilitator yang sudah disediakan panitia. Pahami betul, internalisasikan dalam diri kita, kemudian praktikkan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua MPI PP Muhammadiyah Prof. Dr. Muchlas, M.T., yang berhalangan hadir, menyampaikan pesan melalui video kepada peserta. Ia menyambut kehadiran para pengelola media penyiaran dan jurnalistik persyarikatan Muhammadiyah yang dinilainya sebagai bentuk kesungguhan dalam meningkatkan kualitas dakwah melalui media.
“Selamat datang kepada para peserta khususnya para pengelola media penyiaran jurnalistik persyarikatan. Kehadiran bapak dan ibu menunjukkan kesungguhan kita untuk terus meningkatkan mutu dakwah persyarikatan Muhammadiyah melalui media,” ujar Dr. Muchlas.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada MPI PWM Kalsel, pengurus Masjid Al Jihad Banjarmasin, para narasumber, dan panitia yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap Akademi Jurnalistik ini dapat menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi peserta.
“Kita ingin kegiatan ini memperkuat keterampilan pengelola media, menyiapkan sumber daya manusia penyiaran yang andal, serta membangun kerja sama produktif di antara media-media di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.
Pada kegiatan ini, peserta diberikan pembekalan mengenai penyiaran dakwah, antara lain:
- Media (penyiaran) sebagai sarana dakwah Muhammadiyah
- Tata kelola media penyiaran berbasis dakwah di era Digital dan AI
- Etika Penyiaran Dakwah: Perspektif P3SPS
- Teknik live streaming dakwah
- Reportase dakwah dan etika untuk lembaga penyiaran
- Tantangan dakwah Muhammadiyah di era digital dan AI: Base Practice
Materi tersebut disampaikan oleh sejumlah praktisi profesional, seperti Dr. Makroen Sanjaya selaku Dirut TVMU, Dr. Roni Tabroni selaku Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Amin Shabana selaku Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2026-2029, Kelik Nursetiyo Widiyanto dan Mukhtarom selaku Anggota Bidang Penguatan Media dan Jurnalistik, serta Praktisi penyiaran di Banjarmasin.












