Media Utama Terpercaya

14 Mei 2026, 10:57
Search

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 di Pontianak. Begini Kronologinya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Polemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat
Polemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat. [Foto: Kompas]

Pontianak, mu4.co.id – Polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat memicu perhatian luas publik hingga berujung evaluasi internal oleh MPR RI.
Perdebatan bermula saat babak final yang mempertemukan tiga sekolah, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau, digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5).

Kontroversi muncul ketika sesi rebutan jawaban membahas proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Regu C dari SMAN 1 Pontianak lebih dulu memberikan jawaban yang menyebut DPR memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden.

Namun, jawaban tersebut justru dianggap kurang tepat oleh dewan juri dan membuat nilai tim berkurang lima poin. Pertanyaan kemudian dialihkan ke Regu B dari SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa dan dinyatakan benar oleh juri.

Keputusan itu langsung diprotes peserta SMAN 1 Pontianak karena merasa substansi jawaban yang disampaikan tidak berbeda. Meski sempat terjadi perdebatan di lokasi lomba, hasil akhir tetap menetapkan SMAN 1 Sambas sebagai juara tingkat provinsi.

Baca juga: Polemik Penerima Beasiswa LPDP Belum Usai, DPR Minta Seleksi Diperketat dan Alumni Diaudit

Video dan potongan momen penilaian tersebut kemudian ramai beredar di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan objektivitas dewan juri serta mekanisme verifikasi jawaban dalam perlombaan pendidikan kebangsaan itu.

Menanggapi polemik yang berkembang, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengatakan pihaknya tengah melakukan penelusuran internal terkait proses penilaian pada babak final tersebut.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI saat ini tengah melakukan penelusuran internal,” ujarnya dilansir dari kompas, Rabu (13/5).

Selain melakukan penelusuran, MPR RI juga memastikan akan mengevaluasi mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban peserta, hingga tata kelola keberatan atau banding dalam lomba.

Menurut Siti, evaluasi dilakukan agar pelaksanaan LCC Empat Pilar ke depan dapat berlangsung lebih transparan, objektif, dan akuntabel.

Baca juga: Menuju 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemko Banjarmasin Gelar Lomba Desain Sasirangan. Ini Tujuannya!

Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman turut menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi. Ia menilai insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara maupun dewan juri.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” jelasnya dilansir dari Instagram resmi @mprgoid, Rabu (13/5).

Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan aspek teknis, termasuk tata suara dan mekanisme klarifikasi keberatan peserta, agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada pelaksanaan lomba di daerah lain.

MPR RI menegaskan LCC Empat Pilar sejatinya bertujuan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga integritas pelaksanaan lomba harus tetap dijaga.

(Kompas, MPR RI)

[post-views]
Selaras