Jakarta, mu4.co.id – Seluruh bagasi di Bandara Arab Saudi jemaah pada musim haji 1447 H/2026 M, kini akan langsung dikirim ke hotel tujuan masing-masing.
“Dengan demikian jemaah tidak perlu mengambil bagasi di bandara,” ujar Tim Kesekjenan HIMPUH dalam keterangan tertulisnya, Senin (04/05/2026).
Untuk kelancaran proses penanganan serta meminimalisir kemungkinan bagasi tercecer dan tertukar, HIMPUH mengimbau agar seluruh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), menggunakan koper seragam, memberikan name tag dengan nama hotel tujuan, memastikan identitas bagasi lengkap dan terdokumentasi, tour Leader diharapkan mengrouping dan mencek jumlah tas nya sebelum keluar.
Baca juga: Jemaah Haji Wajib Tahu! Ini Daftar Barang Terlarang di Haji 2026, Jangan Sampai Tertahan di Bandara
Di samping itu, Petugas Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) 2026 juga mengimbau agar jemaah haji Indonesia tidak khawatir apabila ada barang yang tertinggal di bandara.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir menjelaskan bahwa seluruh koper besar jemaah telah diatur dalam sistem penanganan bagasi yang terkoordinasi. Koper-koper tersebut tidak dibawa langsung oleh jemaah, melainkan dikirimkan ke hotel tempat mereka menginap. Ia menuturkan bahwa pengiriman koper besar ditangani oleh pihak syarikah yang secara khusus bertugas mengelola bagasi jemaah. Bahkan, koper kabin yang masuk dalam sistem bagasi juga akan langsung diantarkan ke hotel.
Oleh Karena itu, jemaah diminta tetap tenang dan tidak cemas apabila tidak langsung menerima koper mereka saat tiba di bandara. Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa barang-barang jemaah yang tertinggal akan tetap aman dan dikembalikan.
Enggak usah khawatir kalau barang ketinggalan di bandara, pasti nanti akan ditemukan dan pasti akan kami antarkan,” tutur Abdul, Jumat (24/04/2026).
Menurutnya, terdapat mekanisme penelusuran barang yang dilakukan secara menyeluruh. Untuk barang yang tertinggal di dalam pesawat, PPIH bekerja sama dengan kru maskapai dalam proses pencarian. Sementara barang yang tertinggal di bus biasanya akan dilaporkan atau langsung diantarkan oleh sopir kepada petugas.
Dengan sistem tersebut, PPIH memastikan seluruh barang jemaah tetap dalam pengawasan dan akan dikembalikan jika ditemukan. Jemaah pun diminta tidak ragu melapor kepada petugas apabila merasa kehilangan barang.
(himpuh.or.id, kontan.co.id)














