Media Utama Terpercaya

27 Maret 2026, 19:14
Search

Kapal Tanker Thailand Berhasil Lewati Selat Hormuz. Bagaimana dengan Indonesia?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ilustrasi kapal tanker Bangchak Corporation
Ilustrasi kapal tanker Bangchak Corporation. [Foto: Breakbulk]

Iran, mu4.co.id – Sebuah kapal tanker minyak milik Bangchak Corporation asal Thailand berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah adanya koordinasi diplomatik antara Thailand dan Iran. 

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyebut pelayaran pada Senin (23/03) itu terjadi setelah pembicaraannya dengan Duta Besar Iran untuk Thailand, Nasereddin Heydari.

“Saya meminta apakah kapal-kapal Thailand yang perlu melewati selat dapat dibantu untuk memastikan pelayaran yang aman. Mereka menjawab bahwa mereka akan mengurusnya dan meminta kami menyampaikan daftar kapal yang akan melintas,” ujar Sihasak, dikutip dari BBC, Jum’at (27/3).

Baca Juga: Memanas! AS Ancam Hancurkan Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Dibuka. Dari 48 Jam Jadi 5 Hari!

Keberhasilan pelayaran aman kapal tanker Thailand ini terjadi dua minggu setelah kapal berbendera Thailand, Mayuree Naree, terkena serangan proyektil di selat yang sama.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup. Meski begitu, data pelayaran Kpler mencatat hanya 99 kapal melintas pada bulan ini dengan sekitar lima hingga enam kapal per hari, turun dari rata-rata 138 kapal per hari sebelum konflik. Jalur ini penting karena mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Sejak awal bulan ini, kapal-kapal yang berhasil melewati Selat Hormuz berasal dari China, India, dan Pakistan.

Baca Juga: Di Tengah Konflik, Iran Siap Kenakan Tarif Kapal di Selat Hormuz

Namun, sejumlah kapal yang berhasil melintasi Selat Hormuz itu diketahui memilih jalur lebih panjang dari biasanya. Data pelacakan menunjukkan sebuah kapal tanker berbendera Pakistan berlayar lebih dekat ke pantai Iran pada 15 Maret, alih-alih melewati rute utama di tengah selat.

Bagaimana dengan Kapal-Kapal Indonesia?

Hingga 26 Maret 2026, dua kapal tanker Pertamina masih tertahan di Teluk Arab dan belum bisa melintasi Selat Hormuz, yakni PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Berdasarkan data MarineTraffic, Pertamina Pride berada di utara Dammam, Arab Saudi, sementara Gamsunoro berada di perairan dekat pesisir Kuwait dan Irak.

Kementerian Luar Negeri RI masih berkomunikasi dengan otoritas Iran agar kedua kapal Pertamina dapat memperoleh izin melintasi Selat Hormuz.

(BBC)

[post-views]
Selaras