Media Utama Terpercaya

11 Mei 2026, 22:46
Search

Transformasi Digital RT Mentaos Banjarbaru: Warga RT 02 RW 04 Mentaos Kini Bayar Iuran Lewat QRIS

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Transformasi Digital RT Mentaos Banjarbaru
Transformasi Digital RT Mentaos Banjarbaru [Foto: banjarbaruemas.com]

Banjarbaru, mu4.co.id – Transformasi digital kini hadir di lingkungan rukun tetangga (RT) Kota Banjarbaru. Salah satunya dilakukan oleh RT 02 RW 04 Kelurahan Mentaos, Banjarbaru, yang menghadirkan sistem pembayaran iuran warga menggunakan QRIS.

Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan “RT Digital” yang sebelumnya telah lebih dulu menjalankan aplikasi pengelolaan data dan manajemen RT berbasis daring. Data dasar warga, termasuk dokumen KK dan KTP elektronik, telah dialihkan ke bentuk softcopy dan diinput ke dalam aplikasi khusus RT. Berbagai aktivitas warga seperti gotong royong, buku tamu, hingga laporan keuangan lingkungan itu juga turut tercatat dalam sistem tersebut.

Ketua RT setempat, Abdul Karim, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan pelayanan berbasis digital untuk memudahkan kebutuhan administrasi warga sehari-hari.

“Minggu lalu kami menerima plakat QRIS dari Bank Syariah Indonesia Cabang Banjarbaru. Ini menjadi pelengkap program digitalisasi yang kami bangun di lingkungan RT,” ujar Abdul Karim, dikutip dari laman banjarbaruemas.com, Ahad (10/05/2026).

Baca juga: Wali Kota Banjarbaru Luncurkan Bank Sampah Digital “SIPALUI”, Ubah Sampah Jadi Rupiah!

Ia menjelaskan, sebelum penggunaan QRIS, pembayaran iuran warga masih dilakukan secara manual dengan metode penagihan dari rumah ke rumah. Cara tersebut dinilai kurang efektif karena tingkat pembayaran warga relatif rendah. Namun setelah sistem pembayaran digital diterapkan, tingkat kepatuhan pembayaran iuran meningkat cukup signifikan karena warga dapat melakukan transaksi dengan lebih mudah dan fleksibel.

“Dengan QRIS, warga tidak perlu lagi menunggu petugas datang. Tinggal scan dan pembayaran langsung tercatat. Dampaknya sangat terasa terhadap penurunan tunggakan iuran,” katanya.

Tidak hanya itu, sebelumnya RT 02 RW 04 Kelurahan Mentaos juga telah menerapkan layanan administrasi surat pengantar berbasis digital. Warga yang membutuhkan surat pengantar ke kelurahan tidak lagi diwajibkan datang langsung ke rumah Ketua RT. Cukup melalui pesan WhatsApp dengan menyebutkan keperluan administrasi, surat pengantar dapat segera diterbitkan dan dikirim secara digital ke kelurahan tanpa harus dicetak.

Untuk mendukung pelayanan tersebut, administrasi surat menyurat di lingkungan RT juga telah dilengkapi dengan tanda tangan digital atau digital signature sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien. Persyaratan administrasi yang diperlukan warga dapat diakses melalui aplikasi digital Kelurahan Mentaos.

Baca juga: Dukung Batas Usia Medsos, Diskominfo Banjarbaru Perkuat Literasi Digital dan Peran Keluarga

Lebih lanjut, Abdul Karim, mengungkapkan bahwa proses menghadirkan QRIS untuk RT bukan tanpa tantangan. Saat awal mengajukan permohonan, pihak bank sempat menolak karena belum tersedia kategori khusus RT dalam sistem layanan QRIS. Namun ia tidak menyerah dan terus mencari alternatif hingga akhirnya memperoleh dukungan dari Bank Syariah Indonesia Cabang Banjarbaru yang bersedia memfasilitasi penggunaan QRIS untuk lingkungan RT.

Selain pembayaran iuran bulanan, sistem QRIS tersebut nantinya juga direncanakan dapat digunakan untuk pembayaran kegiatan sosial lainnya seperti iuran kurban, donasi warga, hingga arisan lingkungan.

“Kalau warga menyepakati, sangat mudah dikembangkan untuk kebutuhan lainnya. Dengan QRIS ini kami juga ingin menunjukkan akuntabilitas pengelolaan keuangan RT. Walaupun nominalnya kecil, tetap harus dipertanggungjawabkan secara baik dan benar,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku perubahan tata kelola menuju sistem digital membutuhkan proses adaptasi dan edukasi kepada masyarakat. “Kami harus sabar mengedukasi warga karena tidak semua langsung siap berubah. Tapi ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berkembang,” ujarnya.

Ke depan, RT 02 RW 04 Mentaos juga berencana mengembangkan integrasi CCTV lingkungan hingga sistem pengingat otomatis bagi warga terkait jatuh tempo pajak kendaraan, jadwal posyandu, maupun agenda gotong royong. “Digitalisasi ini bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi bagaimana pelayanan di tingkat RT bisa semakin cepat, transparan, dan benar-benar memudahkan warga,” tutup Abdul Karim.

[post-views]
Selaras