Media Berkemajuan

26 Mei 2024, 05:32

WHO Waspadai Penularan MERS-CoV Kepada Jemaah Haji, Ini Cara Pencegahannya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Peternakan unta [Foto: WHO]

Arab Saudi, mu4.co.idOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi (KSA), terdapat tiga kasus baru dari virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV).

Salah satu dari mereka meninggal dunia pada rentang waktu 10-17 April 2024. WHO merekomendasikan peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran MERS-CoV di Arab Saudi karena telah memasuki musim haji 2024.

MERS-CoV, sebuah virus yang mengakibatkan penyakit pernapasan yang serius, pertama kali terdeteksi pada manusia di Jordan pada tahun 2012. Virus ini telah menyebar ke berbagai negara di Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa, dan Asia. Virus MERS-CoV dapat ditularkan antara manusia dan hewan, hingga manusia ke manusia lainnya.

Baca Juga: Siang Hari Saat Puncak Haji Diperkirakan Mencapai 50 Derajat Celsius. Ini Pesan Menag ke Jemaah!

Gejala MERS-CoV bervariasi dari yang ringan hingga berat, termasuk demam, batuk, kesulitan bernafas, nyeri otot, kelelahan, mual, dan diare. Dalam kasus yang parah, MERS-CoV dapat menyebabkan pneumonia, kegagalan pernafasan, dan bahkan kematian.

Jemaah haji yang berisiko tinggi terkena MERS-CoV termasuk lansia, individu dengan kondisi kesehatan kronis, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Oleh karena itu, berikut cara pencegahan virus MERS-CoV yang dikutip dari BeritaSatu, Selasa (14/5), sebagai berikut:

  1. Rajin Cuci Tangan

Rajinlah mencuci tangan, terutama setelah berinteraksi di area publik atau sebelum menyentuh makanan. Membersihkan tangan menggunakan sabun dan air dapat menghilangkan kuman dan virus yang mungkin ada di permukaan kulit.

2. Menggunakan Masker

Menggunakan masker dapat mengurangi penyebaran droplet yang dikeluarkan saat batuk atau bersin, terutama saat mengalami penyakit. Masker juga dapat melindungi dari droplet yang terhirup dari orang lain.

3. Hindari Menyentuh Wajah

Virus bisa masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, dan mulut. Untuk mengurangi risiko infeksi, hindari menyentuh bagian wajah saat tangan yang belum bersih.

Baca Juga: 28 Ribu Jemaah Hadiri Launching Senam Haji dan Batik Haji Baru!

4. Jaga Jarak

Penerapan physical distancing membantu mengurangi kemungkinan kontak langsung dengan individu yang mungkin terinfeksi. Disarankan untuk menjaga jarak minimal satu meter guna mengurangi penyebaran virus.

5. Ventilasi Ruangan

Ventilasi yang baik di dalam ruangan dapat mengurangi akumulasi virus di udara. Sirkulasi udara yang efisien membantu mengurangi risiko penularan di lingkungan dalam ruangan.

6. Isolasi atau Karantina

Apabila Anda mengalami gejala atau telah terpapar virus, sangat penting untuk mengikuti petunjuk otoritas kesehatan terkait menjalani isolasi mandiri atau karantina. Tindakan ini membantu mencegah penularan virus kepada orang lain.

7. Jaga Imunitas Tubuh

Selain tindakan perlindungan fisik, menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh juga krusial. Mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin dan mineral, beristirahat cukup, serta menjalani gaya hidup seimbang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

8. Upayakan Tidak Memegang Hewan

Jika pergi ke peternakan unta, upayakan untuk tidak memegang hewan atau kontak dengan unta. Jemaah dapat melihat dari jauh saja. Jemaah juga memungkinkan menghindari minum susu unta mentah atau yang belum dipasteurisasi.

Sumber: BeritaSatu, Liputan6

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!