Media Berkemajuan

24 April 2024, 17:29

Puluhan Ribu Jemaah Haji Akan Diberangkatkan Dari 6 Bandara Angkasa Pura II

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Puluhan Ribu Jemaah Haji Akan Diberangkatkan dari 6 Bandara Angkasa Pura II. [Foto: katadata.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – President Director AP II Muhammad Awaluddin membeberkan sebanyak 91.358 jemaah haji atau sekitar 44 persen dari total jemaah di Indonesia yang berangkat pada tahun 2023 akan diberangkatkan dari enam bandar udara yang dikelola PT Angkasa Pura II. 

Enam bandara ini akan menjadi embarkasi untuk 236 kloter haji tahun 2023.

Adapun bandara PT Angkasa Pura II yang akan melayani penerbangan jemaah haji mulai Mei-Agustus 2023, yakni Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara Minangkabau (Padang), Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Bandara Kertajati (Majalengka), dan Bandara Kualanamu (Medan) yang dikelola anak usaha AP II yakni PT Angkasa Pura Aviasi. 

Baca Juga: Kemenag Luncurkan Buku Pedoman Manasik Haji untuk Lansia, Bisa Diunduh di Playstore

Sedangkan periode keberangkatan jemaah haji di bandara-bandara AP II untuk gelombang pertama berlangsung pada 24 – 31 Mei 2023 dan gelombang kedua pada 1 – 22 Juni 2023. Untuk kepulangan jemaah pada 4 – 31 Juli 2023 dan ketibaan paling akhir di Tanah Air pada 1 – 2 Agustus 2023.

Presiden Director AP II itu mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak  guna memastikan kelancaran keberangkatan dan kepulangan jemaah haji. 

Koordinasi dilakukan dengan seluruh stakeholder antara lain Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama, Kantor Imigrasi, Bea dan Cukai, TNI, Polri, AirNav Indonesia, maskapai dan ground handling.

“Agar keberangkatan jemaah ke tanah suci dapat dilakukan dengan baik, mulai dari asrama haji hingga ke bandara AP II untuk kemudian berangkat ke tanah suci,” ujar Awaluddin dilansir dari bisnis.tempo.co (17/5).

Baca Juga: Cek Keberangkatan Haji Anda Lewat Aplikasi Ini!

Bandara Soekarno-Hatta akan menjadi yang tersibuk karena melayani 136 kloter dengan 54.992 jemaah lalu Bandara Kualanamu sebanyak 24 kloter dengan 8.444 jemaah, kemudian Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sebanyak 23 kloter dengan 8.192 jemaah, Bandara Minangkabau sebanyak 17 kloter dengan 6.329 jemaah, Bandara Sultan Iskandar Muda sebanyak 12 kloter dengan 4.433 jemaah, dan Bandara Kertajati sebanyak 24 kloter dengan 8.968 jemaah.

Menariknya dari enam bandara ini ada 1 Bandara AP II yang secara perdana melayani penerbangan haji yakni Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. 

“Bandara Kertajati siap melayani penerbangan haji tahun ini. Sebelumnya, beberapa kali bandara ini juga telah melayani penerbangan umrah. Seluruh fasilitas sisi udara dan sisi darat dipastikan optimal untuk penerbangan haji,” ujar Awaluddin.

Director of Operation AP II Wendo Asrul Rose menambahkan bahwa seluruh infrastruktur sisi udara (air side) khususnya runway di 6 bandara itu dipastikan siap mendukung operasional pesawat berbadan lebar (wide body) untuk penerbangan haji. 

Seluruh Bandara AP II, terang Wendo, yang menjadi embarkasi haji siap mendukung operasional pesawat wide body seperti Boeing 777-300 ER dan Airbus A330-300.

Maskapai yang beroperasi untuk penerbangan haji di bandara AP II yaitu Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.

Dari sisi personel, kata Wendo, AP II menyiagakan total 4.663 personel terdiri dari personel operasi, pelayanan dan teknik.

“Seluruh personel dan fasilitas di bandara AP II dipastikan siap menyambut para jemaah haji dan mengantarkan para jemaah menuju tanah suci,” ujar Wendo Asrul Rose.  

Di Bandara Soekarno-Hatta yang melayani paling banyak jemaah haji, disiapkan layanan mecca route yang merupakan proses pre-clearance imigrasi oleh pihak Imigrasi Arab Saudi. 

Melalui layanan mecca route, setiap jemaah haji yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta akan melalui proses pre-clearance imigrasi Arab Saudi di Bandara Soekarno-Hatta, untuk mempermudah proses kedatangan jemaah di Arab Saudi.   

Secara umum, proses keberangkatan para jemaah haji dimulai dari asrama haji untuk pemeriksaan keamanan barang dan orang, pemeriksaan kesehatan, imigrasi, lalu penanganan bagasi untuk dibawa ke bandara. Kemudian, para jemaah berangkat menuju bandara untuk proses boarding.  

Sumber: bisnis.tempo.co

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!