Media Berkemajuan

26 Mei 2024, 05:19

Pertamina Akan Hapuskan Pertalite Tahun Ini, Simak Faktanya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Pengisian BBM Pertalite [Foto: jurnas.com]

Jakarta, mu4.co.id – PT Pertamina (persero) rencanakan penghentian penjualan BBM subsidi Pertalite mulai tahun 2024 ini, guna membuat BBM yang lebih ramah lingkungan dan mengatasi polusi udara di Tanah Air.

Selanjutnya BBM yang memiliki nilai oktan (RON) 90 ini akan digantikan oleh Pertamax Green 92, yang merupakan percampuran antara pertalite dengan 7% etanol, yang membuat nilai oktan pertalite naik dari 90 menjadi 92. Karena aturan standar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa batas minimal oktan number yang boleh dijual di Indonesia adalah 91.

Selain itu, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan bahwa Penghapusan Pertalite ini juga merupakan bagian dari kelanjutan Program Langit Biru yang dicanangkan Pertamina.

Baca juga: Pertalite Jadi Pertamax Green 92, Dirut Pertamina: Kami Perlu Support dari Pemerintah

“Kami lanjutkan sesuai dengan rencana Program Langit Biru tahap dua, di mana BBM subsidi kita naikan dari RON 90 ke RON 92. Karena aturan KLHK itu menyatakan oktan number yang boleh dijual di Indonesia itu minimal 91,” kata Nicke, Rabu (30/08/2023).

Angka oktan yang rendah membuat mesin kendaraan menghasilkan emisi gas buang yang lebih tinggi. Sebaliknya oktan yang tinggi membuat pembakaran di ruang mesin menjadi lebih sempurna dan tidak meninggalkan residu.

Seperti yang diketahui, transportasi menjadi penyumbang terbesar polusi udara. Oleh karena itu, pemerintah berusaha mengatasi masalah ini dimulai dari akarnya, yaitu menghentikan penjualan BBM yang menghasilkan emisi tinggi.

Baca juga: Benarkah Pertalite Dicampur Minyak Kayu Putih Bisa Menaikkan Angka Oktan?

Sementara itu, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyatakan kebijakan tersebut bisa mendukung implementasi aturan Euro 4, dan dapat membantu mencapai target Net Zero Emission (NZE).

“Dalam mencapai Net Zero Emission, tidak hanya soal teknologi saja, tetapi juga pentingnya bahan bakar yang mendukung,” ungkap Kukuh dalam Diskusi Forwot Memproyeksi Pasar Otomotif 2024 pada Selasa, (16/01/2024).

Sumber: tempo.co

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!