Media Berkemajuan

28 Februari 2024, 15:03

Pantauan Arus Balik di Jalur Mudik Hulu Sungai ke Banjarmasin

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Arus balik di jaur mudik lebaran 1444 H antara hulu sungai - Banjarmasin [Foto: kalselantaranews.com]

Banjarmasin, mu4.co.id – Arus balik di jalur mudik dari daerah hulu sungai atau “Banua Anam” Kalimantan Selatan (Kalsel) menuju Banjarmasin berdasarkan pemantauan pada Senin (24/4) terlihat iringan mobil berjalan padat merayap.

Sehingga waktu tempuh dari hulu sungai ke Banjarmasin melebihi waktu normal, terutama bagi pengguna kendaraan bermotor roda empat atau mobil. Contohnya dari Barabai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menuju Kandangan, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang berjarak 30 kilometer harus ditempuh dalam waktu dua jam lebih.

Padahal perjalanan normal pada hari-hari biasanya hanya membutuhkan waktu 30 menit atau maksimal satu jam.

Begitu pula ketika pada hari kedua Lebaran Idul Fitri 1444 H perjalanan dari Kota Kandangan menuju Kota Barabai memakan waktu 2,5 jam lebih dengan menggunakan mobil.

Simpul-simpul kemacetan lalulintas terlihat antara Barabai menuju Kandangan.

Selain itu kemacetan juga terlihat pada pertigaan jalan dekat terminal Pantai Hambawang HST, dari arah Banjarmasin menuju Amuntai serta beberapa jalan menuju Kalimantan Tengah (Kalteng) atau sebaliknya.

Baca juga: Macet Parah di Jalur Mudik Cianjur Arah Puncak, Pengendara Terjebak Selama 15 Jam

Di dekat Terminal Pantai Hambawang nampak satuan Polantas, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP dan anggota Pramuka mengatur alur lalulintas guna menghindari kemacetan total.

Kemacetan terlihat pula di jalur arah Banjarmasin menuju Tanjung, jalur Tabalong menuju  Kalimantan Timur (Kaltim) atau sebaliknya.

Simpul kemacetan lalulintas terjadi pula di pertigaan jalan Banjarmasin – hulu sungai atau tepatnya didepan Taniran (salah satu tempat ziarah religi) di Kecamatan Angkinang HSS.

Para pemudik diharapkan tetap berhati-hati dan konsentrasi selama di perjalanan. Apabila merasa mengantuk sebaiknya menghentikan kendaraan dan beristirahat sejenak di warung minum atau masjid dan mushala yang banyak dijumpai di sepanjang perjalanan.

Perhatikan jarak yang aman dengan mobil di depan dan jangan terlalu dekat, agar dapat segera mengantisipasi apabila mobil di depan berhenti mendadak. (antaranews.com)

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!