Media Berkemajuan

20 Mei 2024, 02:39

Menko PMK Berikan Ceramah Umum Pada Penutupan Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Muhadjir Effendy saat memberikan ceramah umum.

Bandung, mu4.co.id – Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah ditutup hari ini oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah, Ahad (4/12).

Pada sesi penutupan ini, panitia mengundang Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy untuk memberikan ceramah umum kepada para peserta Muktamar.

Acara penutupan berlangsung di Ballroom Hotel Grand Asrilia Bandung, ceramah umum dengan “Gerakan Pengurangan Stunting dan Membangun Masa Depan Indonesia” ini diikuti oleh seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) se-Indonesia.

Mengawali pemaparannya, Muhadjir yang sejak kecil tumbuh di lingkungan keluarga Muhammadiyah menyanyikan Mars Nasyiatul Aisyiyah bersama dengan seluruh hadirin. 

Selanjutnya, Muhadjir menyampaikan dua catatan bagi para kader Nasyiatul Aisyiyah. Pertama, NA perlu memprogramkan hal-hal berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi kader. Kedua, masing-masing kader NA harus berupaya mencari kader atau simpatisan NA baru.

“Karena NA ini anggotanya terdiri dari perempuan-perempuan muda yang berada di puncak produktivitas, maka perlu disisipkan kewajiban untuk pemberdayaan ekonomi semua kader. Kedua, kader itu wajib merekrut kader-kader baru, simpatisan-simpatisan baru NA. Setiap kader wajib paling tidak satu bulan sekali mendapatkan kader baru,” ucap Muhadjir.

Ia menambahkan bahwa Nasyiatul Aisyiyah memiliki peluang untuk menjadi Ortom yang melting pot. 

“Mereka-mereka yang proses pengkaderannya tidak dari Ortom Muhammadiyah dan dia akan berkhidmat di Muhammadiyah, maka pintu masuknya ya dari NA,” imbuhnya.

Menko PMK berharap nantinya akan ada sekolah kader organisasi, mengingat banyaknya perempuan-perempuan yang tertarik untuk bergabung di Nasyiatul Aisyiyah.

Selain itu, ia juga berharap agar kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Nasyiatul Aisyiyah juga dibarengi dengan kegiatan-kegiatan produktif.

“NA ini strategis karena kumpulan perempuan produktif, dan masih seger waras,” ungkap Muhadjir.

Menurutnya, puncak produktivitas para kader Nasyiatul Aisyiyah harus dimaksimalkan dengan baik. Menko PMK menginginkan agar para perempuan muda kader Nasyiatul Aisyiyah harus bisa menjadi leading dari usaha-usaha perekonomian keumatan dan ekonomi kreatif.

Seusai memberikan ceramah umum, Menko PMK Muhadjir Effendy bersama dengan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Nasyiatul Aisyiyah sebagai tokoh lintas agama pemerhati toleransi dan pejuang lingkungan.

Media Center Muktamar XIV Nasyiatul Aisyiyah

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!