Banjarmasin, mu4.co.id – Kawasan pertokoan sembako Pasar Lima, tepatnya Pasar Harum Manis, Kota Banjarmasin mengalami kebakaran pada Senin (04/05/2026) sekitar pukul 04:12 Wita.
Api pertama kali muncul dari salah satu toko kemudian dengan cepat merembet ke bangunan lainnya. Dilaporkan proses pemadaman berlangsung lama karena banyaknya bahan yang mudah terbakar. Puluhan armada mobil damkar kota Banjarmasin dengan dibantu mobil damkar dari pihak kepolisian pun menuju lokasi kebakaran.
“Api itu muncul Senin dini hari, pemadaman dan pembasahan masih berlangsung sampai habis dhuhur baru selesai,” jelas Komandan Pleton Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banjarmasin, Adi Chandra.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 92 toko dengan 69 pemilik terdampak, namun dalam kejadian tersebut tidak ditemukan korban jiwa maupun luka. “Yang terbakar ini bangunan toko dan juga gudang bawang. Tapi jumlah itu masih data sementara,” tambahnya.
Baca juga: Untuk Pastikan Pelayan Publik Tetap Optimal, Satpol PP dan Damkar Dikecualikan Untuk Kebijakan WFH!
Adapun dugaan sementara kebakaran dipicu arus pendek listrik, namun kepolisian menegaskan penyebab pasti masih dalam proses pemeriksaan. “Ini masih diselidiki, nanti biar kepolisian yang menyampaikan,” tambah Adi.
Sementara itu, mengenai total kerugian materiil pihak Perumda Pasar Banjarmasin masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait, agar para pedagang bisa segera direlokasi dan kembali berjualan atau beraktivitas sebagaimana biasanya. Salah satu korban kebakaran di antaranya empat gudang rempah milik pedagang bernama H Ridwan, yang mengaku rugi sekitar Rp13-15 miliar imbas insiden kebarakan itu.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR pun mengatakan perlunya melakukan pengecekan, kondisi kelistrikan meliputi kabel-kabel dan sebagainya. Ia juga mengimbau para pedagang agar lebih memperhatikan instalasi listrik di toko maupun gudang masing-masing. Menurutnya, kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik harus ditingkatkan untuk mencegah peristiwa serupa
“Keamanannya di sana yang menjaga siapa, perlu dievaluasi. Dicek kembali dari Perumda itu sendiri berkoordinasi dengan PLN, tentunya ada kabel listrikkan, ini harus dikomunikasikan supaya jangan sampai terjadi lagi kebakaran,” ujar Yamin.
(jejakrekam.com, tribunnews.com)













