Media Berkemajuan

26 Mei 2024, 05:08

Indonesia Ternyata Impor BBM dari Singapura-Malaysia, Ini Alasannya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Indonesia Impor BBM dari Singapura-Malaysia [Foto: freepik.com]

Jakarta, mu4.co.id – Indonesia ternyata mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Singapura dan Malaysia, karena seperti yang diketahui produksi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia masih defisit dan tidak bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga harus melakukan impor.

Hal itupun sempat membuat warganet kaget, sebab kedua negara itu tidak dikenal sebagai negara penghasil minyak.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (Migas), Mustika Pertiwi pun menjelaskan alasan memilih kedua negara tersebut lantaran negara tersebut memiliki banyak fasilitas pencampuran (blending) berbagai kualitas BBM yang diproduksi dari kilang di berbagai negara, sehingga produk BBM yang diproduksikan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh Indonesia.

Karena untuk diketahui, setiap negara sejatinya memiliki kualitas dan spesifikasi BBM tertentu. Seperti halnya Indonesia yang memiliki BBM jenis RON 90 atau Pertalite yang tidak sama spesifikasinya dengan BBM di negara lain.

“Singapura dan Malaysia memiliki banyak fasilitas blending dan storage yang memungkinkan memblending/mencampur berbagai kualitas BBM yang diproduksi dari kilang di berbagai negara untuk memenuhi produk sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan Indonesia atau negara pembeli BBM lainnya,” kata Mustika, Selasa (23/04/2024).

Baca juga: Harga BBM 1 Maret 2024 Naik, Ini Penyebabnya!

Lebih lanjut, dirinya juga mengatakan bahwa Singapura dan Malaysia juga memasok kebutuhan BBM ke negara-negara lain. Misalnya seperti negara-negara di Asia Tenggara lainnya dan Australia.

Untuk diketahui, ternyata tidak hanya BBM, Indonesia juga mengimpor minyak mentah dari berbagai negara. Mayoritas impor minyak mentah Indonesia adalah dari Arab Saudi dan juga Nigeria.

Adapun, produksi minyak nasional saat ini hanya mencapai sekitar 600 ribu barel per hari (bph), sementara kebutuhan mencapai 1,44 juta bph. Kekurangan 840 ribu bph akhirnya harus ditutupi melalui impor, dengan 240 ribu barel per hari berasal dari minyak mentah dan 600 ribu barel per hari dari BBM.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat impor minyak bumi Indonesia pada 2022 secara nilai terbesarnya berasal dari Singapura mencapai US$ 10,3 miliar dengan berat bersih 10,9 juta ton. Posisi ke-2 yaitu Malaysia mencapai US$ 6,2 miliar dengan berat bersih 6,7 ton. Posisi selanjutnya yaitu Arab Saudi dan disusul dengan Nigeria.

Sumber: cnbcindonesia.com

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!