Media Berkemajuan

13 April 2024, 11:28

Harga BBM 1 Maret 2024 Naik, Ini Penyebabnya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji nyatakan kemungkinan BBM naik. [Foto: Carro.id]

Jakarta, mu4.co.id – Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tren kenaikan harga minyak mentah dunia terus berlangsung, yang kemungkinan akan memengaruhi harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama BBM non-subsidi di Indonesia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menyatakan bahwa kenaikan harga minyak dunia dipicu oleh eskalasi konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, yang berdampak pada aspek logistik minyak mentah secara global. 

Baca Juga: Ekonom Tak Setuju Ide Pangkas Subsidi BBM Untuk Makan Gratis Karena Hal Ini!

Karena itu, Tutuka memberikan indikasi bahwa harga BBM non-subsidi di bulan depan mungkin akan mengalami kenaikan sebagai dampak dari situasi konflik yang membuat harga minyak dunia naik.

“Karena intensitas Timur Tengah masih tinggi karena mengganggu logistik jadi akhirnya terpengaruh. Jadi memang perlu dicermati, saya setuju (harga BBM naik) karena harga minyak cenderung naik terus,” ucap tutuka, dilansir dari CNBC, Ahad (25/2).

Seperti yang telah diketahui, harga minyak mentah Brent mengalami penguatan pada sesi perdagangan sebelumnya. Penguatan ini disebabkan oleh kekhawatiran akan kelangkaan pasokan yang masih berlanjut akibat ketegangan di Timur Tengah.

Pada hari Senin (19/2/2024), harga minyak mentah Brent tercatat US$83,56 per barel, mengalami kenaikan sebesar 0,11 dibandingkan dengan hari sebelumnya. Sementara itu, tidak ada perdagangan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) karena libur Hari Presiden di Amerika Serikat.

Baca Juga: Waspada! Harga Beras Dikabarkan Naik 7%

Pada pekan sebelumnya, harga berjangka minyak Brent dan WTI masing-masing mengalami kenaikan sekitar 1,5% dan 3%, dipicu oleh peningkatan risiko konflik di Timur Tengah.

Ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut saat serangan Israel menyebabkan rumah sakit terbesar kedua di Jalur Gaza tidak dapat berfungsi selama akhir pekan.

Sumber: CNBC Indonesia

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!