Jakarta, mu4.co.id – Pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, memasuki hari kedelapan pada Selasa (15/9). Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan Tim SAR Gabungan dikerahkan menyisir wilayah darat dari Pantai Carita hingga Pantai Anyer.
“Penyisiran darat tadi hasil briefing, saya sudah arahkan ke teman-teman yang ada di posko untuk melaksanakan penyisiran darat dari Carita ini menuju ke perairan Anyer, Pantai Anyer,” ungkap Rizky dikutip dari RCTI, Selasa (15/9).
Penyisiran darat dilakukan bersamaan dengan pencarian melalui jalur laut dan udara. Operasi hari kedelapan mencakup area sekitar 3.962 mil persegi yang dibagi menjadi lima sektor, dengan dukungan dua helikopter dan 20 kapal dari Basarnas, TNI AL, Polri, serta unsur terkait.
Sebanyak sekitar 647 personel terlibat, terdiri dari 325 orang di unsur laut dan 322 personel di posko. Rizky menyebut pencarian terkendala karena lokasi terakhir rombongan sebelum hilang kontak belum diketahui secara pasti di tengah wilayah perairan yang luas.
Penyisiran di sejumlah pulau sekitar Gunung Anak Krakatau yakni Pulau Sebesi, Sertung, Rakata, dan Panjang, telah dilakukan Tim SAR. Namun, hingga kini belum ditemukan tanda keberadaan rombongan.
Operasi SAR yang sebelumnya dijadwalkan berakhir diperpanjang tiga hari berdasarkan evaluasi pada Senin (14/9), sehingga pencarian akan berlanjut hingga Kamis (17/9).
Sementara itu, rombongan yang hilang terdiri dari Kapten Kapal Warta (55), ABK Surakman (60), pemandu Heriyanto (49), serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka), Yudistiro Pranoto (iNews), Anadolu Firdaus Wajidi (Anadolu), dan Donal Husni (freelance).
(RCTI)















