Media Utama Terpercaya

15 September 2026, 15:29
Search

Detik-Detik Menentukan: Panduan Bertahan Hidup Saat Kapal Mulai Miring dan Hendak Tenggelam!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
panduan saat kapal tenggelam
Ilustrasi menyelamatkan diri saat kapal hendak tenggelam [Foto: mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Situasi darurat di atas kapal dapat terjadi sangat cepat. Ketika lambung kapal mulai miring dan tanda-tanda kapal akan tenggelam sudah mulai terasa, maka setiap keputusan dalam hitungan menit awal menentukan keselamatan nyawa Anda.

Meskipun urusan hidup dan mati adalah takdir Allah Subhanahu Wa Ta’ala, namun setiap manusia diwajibkan untuk tetap berikhtiar sekuat tenaga menyelamatkan diri dan bertahan hidup. Sebagaimana dikisahkan dalam sebuah riwayat ketika Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu memimpin rombongan menuju ke negeri Syam, lalu di tengah perjalanan mendengar kabar adanya wabah penyakit menular (Wabah Tho’un Amwas) di wilayah tersebut.

Umar lalu membatalkan niatnya masuk ke wilayah Syam, lantas Abu Ubaidah bin Al-Jarrah sebagai gubernur Syam ketika itu, menyayangkan batalnya kunjungan Khalifah Umar dan bertanya kepada Umar, “Apakah anda lari dari takdir Allah?”. Umar kemudian menjawab dengan prinsip ikhtiar yang dibenarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

نَفِرُّ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ إِلَى قَدَرِ اللَّهِ

Kita lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi dasar hukum bahwa manusia wajib berusaha menyelamatkan diri dari bahaya (ikhtiar bertahan hidup) dan tidak pasrah pada situasi yang mengancam nyawanya.

Baca juga: KM Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa: Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Dekat Banjarmasin Cari Penumpang Selamat

Mu4.co.id, Selasa (15/9) menghimpun berbagai langkah-langkah panduan lengkap penyelamatan diri dari berbagai literatur dan menulisnya dalam artikel ini. Berikut adalah langkah sistematis untuk menyelamatkan diri dalam kondisi kritis di laut.

1. Tindakan Cepat di Menit Pertama

  • Tetap Tenang dan Dengarkan Apabila Ada Sinyal Darurat: Apabila anda mendengar bunyi alarm tanda bahaya atau 7 bunyi pendek diikuti 1 bunyi panjang dari terompet kapal/alarm, ini artinya perintah meninggalkan kapal (Abandon Ship).
  • Pakai Jaket Pelampung (Life Jacket): Segera cari tempat penyimpanan jaket pelampung. Perlu diingat saat pertama kali naik kapal, prioritas nomor satu yang harus anda ketahui adalah dimana letak penyimpanan jaket pelampung. Lalu pasang dengan benar dan kencangkan semua tali pengikatnya.
  • Segera Menuju Deck Terbuka: Bergeraklah ke area muster station (titik kumpul) yang berada di bagian luar kapal/ areal terbuka. Jangan pernah bertahan dan merasa aman di dalam kabin atau ruang tertutup. Terlebih lagi bersembunyi di kamar. Segeralah keluar!

2. Barang yang Perlu Dipakai, Dibawa, dan Ditinggalkan

Barang yang Harus Dipakai/Dibawa

  • Pakaian & Jaket: Pakai jaket atau baju berlapis. Jaket sangat penting untuk menjaga suhu tubuh dan mencegah hipotermia saat berada di air laut yang dingin dalam waktu lama.
  • Ponsel & Dompet: Amankan dokumen penting/dompet dan ponsel ke dalam kantong plastik klip (ziplock) atau tas anti-air (dry bag), lalu masukkan ke dalam saku celana atau baju yang berresleting.
  • Obat Pribadi Penting: Jika mengonsumsi obat khusus, masukkan ke dalam saku bersama ponsel.

Barang yang Jangan Dibawa

  • Tas Besar/Koper: Tinggalkan semua koper, ransel besar, atau barang bawaan berat. Koper akan menyulitkan pergerakan, memperlambat evakuasi, dan menambah beban berat saat Anda berada di air.
  • Perhiasan & Barang Mewah: Jangan menghabiskan waktu mencari dan membawa barang berharga.

Pilihan Alas Kaki

  • Sepatu/Sandal: Pakai sepatu kets atau sandal yang terikat kuat di kaki untuk melindungi telapak kaki dari pecahan kaca, besi, atau serpihan tajam di deck.
  • Hindari: Sepatu bot berat yang menampung air atau sepatu hak tinggi (high heels) yang bisa merusak perahu karet dan menyulitkan pergerakan.

3. Alternatif Jika Jaket Pelampung Terbatas

Jika stok pelampung tidak mencukupi, manfaatkan benda-benda sekitar yang memiliki daya apung (buoyancy):

  • Jeriken atau Botol Plastik Kosong: Ikat beberapa botol plastik kosong yang tertutup rapat di bawah pakaian atau dekap erat jeriken kosong.
  • Bantal Busa: Dekap erat bantal sintesis atau busa kursi.
  • Cari Barang dari Plastik sebagai Pengganti Pelampung: Lihat sekeliling Anda, cari barang dari plastik padat dan bisa mengapung di air. Misalnya: botol galon ukuran besar yang ditutup ujungnya, kotak Styrofoam yang tertutup rapat, pintu toilet yang terbuat dari plastik dan lain-lain. Pastikan kalau bisa cari tali untuk mengikat atau merangkai benda-benda plastik ini agar tidak terlepas saat digunakan.
  • Celana Panjang (Teknik Pants Flotation): Lepas celana panjang Anda, ikat kedua ujung kakinya, basahi celana tersebut, lalu kibaskan udara ke dalam celana melalui bagian pinggang. Celana yang terisi udara dapat difungsikan sebagai pelampung darurat.

Baca juga: Bila Hujan Terus-menerus Turun, Persiapan Apa yang Harus Dilakukan?

4. Posisi dan Waktu Melompat ke Laut

  • Posisi Terbaik Sebelum Menceburkan Diri:
    • Berdirilah di sisi kapal yang paling rendah mendekati permukaan air (sisi lee side atau sisi yang membelakangi arah angin).
    • Hindari berdiri di dekat baling-baling kapal (propeller).
    • Pastikan area bawah tempat melompat bebas dari puing-puing tajam, perahu penolong, atau orang lain.
  • Waktu yang Tepat untuk Melompat:
    • Melompatlah sebelum kapal benar-benar tenggelam penuh untuk menghindari efek sedot (suction effect) yang ditimbulkan oleh badan kapal yang tenggelam ke dasar laut.
  • Cara Melompat yang Benar:
    • Peluk jaket pelampung di dada dengan menyilangkan kedua tangan untuk menahan pelampung agar tidak menghantam dagu atau leher saat menyentuh air.
    • Tutup hidung dan mulut dengan satu tangan.
    • Luruskan badan, rapatkan kedua kaki, pandangan lurus ke depan, dan melompatlah dengan posisi kaki jatuh terlebih dahulu (posisi pensil).

5. Cara Bertahan Hidup di Tengah Laut

Posisi Bertahan di Air (H.E.L.P. Position):

Jika sendirian, rapatkan kedua siku ke rusuk dada dan lipat lutut ke arah dada (Heat Escape Lessening Posture) untuk menghemat panas tubuh.

Jika berbarengan dengan korban lain, bentuk lingkaran rapat sambil berpelukan (Huddle Position) agar tubuh tetap hangat dan lebih mudah terlihat oleh tim SAR.

Larangan Mengonsumsi Air Laut:

JANGAN PERNAH meminum air laut. Kandungan garam yang sangat tinggi akan mempercepat dehidrasi, merusak ginjal, dan memicu rasa haus berlebihan hingga halusinasi.

Tips Bertahan Hidup Tambahan:

Hemat energi dengan mengurangi gerakan yang tidak perlu.

Lindungi kepala dan mata dari paparan langsung sinar matahari.

Gunakan cermin, pakaian berwarna cerah, atau tiupan peluit yang terpasang di jaket pelampung untuk memberi sinyal pada kapal atau helikopter tim penyelamat.

Inilah langkah sistematis yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan diri dalam kondisi darurat ketika kapal mulai miring atau hendak tenggelam di laut. Diharapkan tulisan ini bermanfaat dan memberikan pencerahan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melindungi dan menjaga kita dalam setiap perjalanan. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

[post-views]
Selaras