India, mu4.co.id – Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia mulai beralih dari negara pengimpor menjadi pengekspor bahan pangan. Perubahan tersebut terlihat dari beras produksi dalam negeri yang kini telah dikirim ke sejumlah negara.
Menurutnya, Indonesia juga siap meningkatkan ekspor pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan negara-negara yang mengalami kekurangan pasokan.
“Indonesia selama bertahun-tahun merupakan importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Sekarang kita adalah eksportir, dan kita akan mampu meningkatkan dukungan untuk seluruh dunia,” kata Prabowo dalam pidatonya di KTT BRICS di India pada Ahad, dikutip dari Detik Finance, Senin (14/9).
Baca Juga: Kalsel Masuk 4 Provinsi Pelaksana KSPEAN, Siap Jadi Lumbung Pangan Nasional
Prabowo menilai ekonomi hijau menjadi peluang strategis bagi negara berkembang, terutama anggota BRICS, untuk memperkuat peran dalam rantai pasok global. Menurutnya, rantai pasok yang sudah terbentuk perlu dihubungkan dan dioptimalkan agar memberikan nilai ekonomi lebih besar.
Ia juga menekankan pentingnya setiap negara mendorong pertumbuhan ekonomi yang mampu menjangkau jutaan masyarakat. Dengan begitu, perekonomian dapat tumbuh sekaligus memperkuat ketahanan bangsa.
“Hal ini hanya dapat dicapai ketika pembangunan bersifat inklusif, dan ketika dikombinasikan dengan inovasi, kekuatan kolektif kita dapat menjadi kekuatan yang ampuh untuk mengubah kelangkaan menjadi kapasitas,” tuturnya.
(Detik Finance)












