Jakarta, mu4.co.id – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta masyarakat tidak terpancing emosi menanggapi unggahan mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, terkait kemungkinan pemutusan jalur internet Indonesia melalui Singapura.
Meutya menjelaskan infrastruktur digital kedua negara saling terhubung. Sebagian besar kabel komunikasi bawah laut yang mendarat di Singapura juga melintasi perairan Indonesia, sehingga gangguan pada jalur tersebut berpotensi memengaruhi konektivitas Singapura.
“Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia,” ujar Meutya dikutip dari Editor Indonesia, Selasa (3/11).
Meutya menambahkan, pemutusan kabel bawah laut juga berpotensi mengganggu konektivitas digital Singapura. Bahkan, sekitar 80 persen kapasitas konektivitas negara tersebut terancam lumpuh jika kabel-kabel itu terputus.
Baca Juga: Kabel Laut Batam-Jakarta Gunakan Teknologi Terbaru, Internet RI Diproyeksikan Lebih Cepat dan Stabil
Ia juga menilai besarnya pasar digital Indonesia menjadi bagian penting dalam ekosistem teknologi regional. Dengan jumlah penduduk dan pengguna internet yang besar, Indonesia merupakan pasar strategis bagi perusahaan teknologi global yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Penduduk Indonesia jumlahnya 47 kali lipat dari Singapura. 267 juta masyarakat terhubung ke internet. Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura,” jelasnya.
Meutya menegaskan, infrastruktur digital tidak seharusnya dijadikan alat untuk mengancam negara lain. Menurutnya, jaringan kabel bawah laut dan konektivitas internet internasional merupakan infrastruktur global yang harus dijaga bersama demi kepentingan kedua negara maupun konektivitas dunia.
Sebelumnya, pernyataan Meutya muncul setelah Calvin Cheng mengunggah infografis di akun X @calvinelcheng pada 25 Oktober 2026 tentang ketergantungan koneksi internet internasional Indonesia pada Singapura.
Unggahan singkat bertuliskan “Cut?” itu memicu reaksi warganet, meski Calvin kemudian menegaskan Singapura tidak akan memutus koneksi tersebut karena menghormati hukum.
(Editor Indonesia)














