Banjarbaru, mu4.co.id – Hujan dengan intensitas ringan hingga deras mulai mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Selatan setelah kemarau panjang yang disertai karhutla dan kabut asap.
Namun, hujan deras di Banjarbaru pada Sabtu (31/10) memicu genangan di beberapa titik, termasuk Jalan Ahmad Yani Km 33. Sungai Kemuning yang sebelumnya surut juga kembali terisi hingga sempat meluap dan mengalir deras.
Luapan sungai tersebut merendam sejumlah rumah di bantaran sungai kawasan Guntung Paikat, Banjarbaru Selatan. Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, membenarkan adanya rumah warga yang terdampak.
Reza mengatakan rumah warga di bantaran Sungai Kemuning kerap kemasukan air saat sungai meluap, tetapi genangan biasanya cepat surut. BPBD Banjarbaru juga memastikan kondisi sungai Kemuning telah kembali aman.
Sementara itu, genangan cukup dalam di Jalan A Yani Km 33 membuat kendaraan jalan melambat, bahkan ada yang mogok saat menerobosnya. Warga setempat menyebut genangan tersebut rutin muncul setiap hujan lebat dan surut setelah air mengalir ke Sungai Kemuning.
Baca Juga: Hujan Akhirnya Turun di Kalsel, Warga Sambut dengan Sujud Syukur
Kabid Sumber Daya Air PUPR Banjarbaru, M Deny Pramuji, mengatakan perbaikan drainase Jalan Ahmad Yani merupakan kewenangan BPJN Kalsel. Pembersihan dan perbaikan saluran telah dilakukan bersama PUPR Banjarbaru, meski belum menyeluruh.
“Ini memang kewenangannya Balai Jalan. Secara pembersihan dan rehab kecil-kecil, kita sudah kolaborasi juga dengan BPJN,” ujar Deny dikutip dari Banjarmasin Post, Selasa (3/11).
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor menjelaskan hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kalsel dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi perlambatan angin di lapisan atas dan meningkatnya kelembapan udara.
“Selain itu, didukung juga pengaruh siklus MJO di Kalimantan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan,” ujar Prakirawan BMKG Kalsel, Rianita Sekar Utami.
Ia juga menyebut Kalsel masih berada dalam masa peralihan musim. BMKG memprediksi sebagian wilayah mulai memasuki musim hujan pada awal November 2026, dengan puncak pada Januari 2027.
(Banjarmasin Post)














