Media Utama Terpercaya

21 Oktober 2026, 20:17
Search

Dukung Operasi Water Bombing, Gubernur Kalsel Gagas Embung Mini di Jalan Gubernur Syarkawi

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, saat peninjauan di Jalan Gubernur Syarkawi. [Foto: MC Kalsel]

Banjarmasin, mu4.co.id – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menggagas pembangunan embung mini di kawasan pengembangan program pangan, Jalan Gubernur Syarkawi, Senin (19/10), untuk mempercepat penanganan karhutla.

Embung tersebut disiapkan sebagai sumber air bagi helikopter water bombing agar pengisian air lebih cepat dan pemadaman dari udara berjalan optimal, terutama di kawasan gambut yang membutuhkan pembasahan untuk mencegah api kembali muncul.

Ia menjelaskan kawasan seluas ratusan hektare itu merupakan lahan yang dibebaskan pemerintah daerah sejak 2021 untuk pengembangan tanaman jagung. Setelah penanganan karhutla selesai, lahan tersebut diharapkan dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung program pangan.

Baca Juga: Menko Polkam: Ada 97 Perusahaan Teridentifikasi dalam Kasus Karhutla

“Insya Allah nanti mungkin kita tanam kembali di sini. Nah, ini ada beberapa ratus hektare,” ucap Gubernur H. Muhidin saat melakukan peninjauan, dikutip dari Duta Tv, Rabu (21/10).

Muhidin menyebut ukuran embung mini disesuaikan dengan kondisi lapangan agar cepat selesai dan segera digunakan untuk pemadaman karhutla. Dari rencana awal 50 x 25 meter, ukurannya diubah menjadi 20 x 20 meter dengan kedalaman sekitar dua meter, yang dinilai cukup untuk pengisian air helikopter water bombing.

Ia menargetkan embung rampung pada Senin sore itu, dilanjutkan dengan persiapan bahan pembasah untuk mendukung tim gabungan menangani karhutla.

Baca Juga: Dari Banjarmasin hingga Palangka Raya, Zaskia Adya Mecca Ungkap Kondisi Nyata Dampak Karhutla Kalimantan!

“Sore ini kita sudah bisa selesaikan untuk pembuatan embungnya, untuk pencampuran chemical-nya. Mungkin nanti sudah bisa dipergunakan untuk tim pemadam,” tuturnya.

Kawasan tanah gambut ini memiliki ketebalan hampir tiga meter dengan luas area pembasahan diperkirakan mencapai 300 hektare. Kondisi ini membutuhkan pasokan air yang cukup karena bara api bisa bertahan di dalam tanah meski api di permukaan sudah padam.

Keberadaan embung mini diharapkan mempercepat pengambilan air oleh helikopter untuk mendukung pemadaman dan pembasahan secara menyeluruh, sekaligus mencegah kebakaran kembali terjadi agar lahan dapat dimanfaatkan lagi untuk pengembangan pangan.

(Duta Tv)

[post-views]
Selaras