Media Utama Terpercaya

21 Oktober 2026, 17:41
Search

Harga Batu Bara Melonjak Tertinggi Dalam 3 Tahun, Apa Sebabnya?

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Harga Batu Bara
Harga Batu Bara Melonjak Tertinggi 3 Tahun [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Harga batu bara ditutup di posisi US$ 156,05 per ton, menguat 0,93%, naik ke level tertinggi dalam tiga tahun, pada perdagangan Senin (19/10/2026). Kenaikan ini juga memperpanjang reli batu bara dengan terbang 2,8% dalam tiga hari beruntun.

Diketahui, produksi batu bara China merosot pada September 2026 di tengah pengetatan inspeksi keselamatan tambang. Mengutip data Biro Statistik Nasional China (NBS), produksi batu bara Negeri Tirai Bambu mencapai 385,13 juta ton pada September 2026, turun 6,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Di saat bersamaan, pasokan batu bara Indonesia juga menghadapi sejumlah kendala, mulai dari ketidakpastian kuota produksi hingga gangguan logistik akibat kekeringan yang berkaitan dengan fenomena El Nino.

Data Reuters menunjukkan ekspor batu bara Indonesia tercatat turun 23,3% secara tahunan pada Agustus dan 18,1% pada September. Sejumlah produsen batu bara Indonesia bahkan menyatakan force majeure atas pengiriman karena kesulitan memperoleh kuota tambang dan menghadapi hambatan logistik.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Terancam Melonjak Tajam, Ini Faktor Pendorongnya!

Fitch Ratings menilai harga batu bara berpotensi bertahan tinggi dalam waktu dekat karena ketidakpastian pasokan Indonesia dan penurunan produksi China membatasi ketersediaan batu bara di pasar. Kenaikan harga batu bara pun berpotensi memperkuat pendapatan dan arus kas perusahaan tambang, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka membayar utang.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan akan melakukan relaksasi produksi batu bara. Artinya produksi batu bara akan dilakukan dengan melebihi dari target yang ditetapkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang sekitar 600 juta ton.

Diketahui, Indonesia adalah eksportir terbesar batu bara thermal di dunia sehingga kebijakannya akan sangat menentukan harga batu bara global. Jika produksi RI bertambah ada potensi meninngkatnya pasokan dunia sehingga harga mungkin bisa diredam.

Bahlil menjelaskan relaksasi produksi batu bara ini diputuskan karena peningkatan harga harga batu bara yang naik mencapai US$154 dolar per ton, khususnya untuk tipe kalori 6.330 kcal/kg GAR.

“Dan sekarang ini mencapai US$154 per ton untuk kalori 633, dan harapan kita memang harganya bagus, produksinya kita naikkan, dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand,” kata Bahlil, Senin (19/10/2026).

(cnbcindonesia.com)

[post-views]
Selaras