Madinah, mu4.co.id – Layanan haji terus bertransformasi dengan pemanfaatan teknologi digital. Pada musim haji 2026, distribusi konsumsi jemaah Indonesia di Madinah diperkuat sistem berbasis web yang memungkinkan pengawasan lebih akurat dan real-time.
Sistem ini didukung Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) dan terintegrasi dengan faturoh digital sehingga penyaluran makanan dapat dipantau langsung oleh petugas di lapangan.
“Dengan memanfaatkan bantuan dari Pusdatin, pengawasan distribusi konsumsi bisa dilakukan secara real-time. Ini membantu memastikan setiap jemaah mendapatkan haknya sesuai ketentuan,” ungkap Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi 2026 Indri Hapsari, dikutip dari Himpuh, Senin (27/4).
Ia menegaskan digitalisasi ini penting agar distribusi konsumsi lebih tertib dan terukur dibanding metode sebelumnya.
Pengambilan makanan dilakukan melalui perwakilan kelompok, yakni ketua rombongan atau ketua regu di hotel masing-masing. Prosesnya memakai sistem pemindaian sehingga seluruh penyaluran tercatat secara digital dan mudah ditelusuri. Skema ini dinilai membuat distribusi konsumsi lebih tertib dan mudah diawasi.
Penerapan faturoh digital membantu meminimalkan kesalahan karena setiap penyaluran dapat diverifikasi langsung dan tercatat secara transparan.
Meski berbasis teknologi, kualitas makanan tetap jadi prioritas dengan produksi dari katering berstandar dan distribusi terjadwal ke hotel jemaah.
Dukungan sistem terintegrasi ini diharapkan membuat layanan konsumsi di Madinah lebih efektif, transparan, dan menunjang kenyamanan ibadah.
(Himpuh)














