Jakarta, mu4.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menemukan sekitar 400 rekening virtual ganda milik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan total dana mencapai Rp414 miliar. Temuan itu terungkap setelah dirinya baru menjabat, meski dapur terkait diketahui belum beroperasi.
“Setelah kami masuk, kami temukan ada sekitar 400-an sekian rekening, rekening VA (virtual account) itu double. Setelah dicek, ternyata ada isinya Rp414 miliar setelah ditotal,” ungkap Sudaryono dikutip dari CNN, Sabtu (31/10).
Sudaryono memastikan BGN telah menelusuri rekening ganda tersebut dan mengembalikan dana Rp414 miliar ke kas negara.
Selain itu, BGN akan menertibkan yayasan yang hanya menjadi perantara dalam program MBG tanpa terlibat langsung dalam operasional dapur. Menurutnya, yayasan seharusnya dikelola oleh investor atau mitra yang membangun dan menjalankan SPPG, bukan sekadar mendaftarkan titik lokasi tanpa memiliki modal.
Baca Juga: Anggaran BGN Dipangkas Rp38 Triliun, Menjadi Rp 229 T!
“Idealnya yayasan itu dikepalai, dimiliki oleh si investor atau mitra ini. Yang terjadi adalah banyak oknum di BGN Pusat yang lampau, itu kemudian dia bikin banyak yayasan, ngisi titik-titik, tapi tidak punya uang,” tuturnya.
Selain itu, Sudaryono menyebut sejumlah yayasan diduga meminta potongan Rp500–Rp1.500 per porsi makanan MBG setiap hari. Ia mencontohkan, yayasan yang mengelola 500 dapur dengan distribusi masing-masing 2.000 porsi per hari dapat meraup Rp1 miliar sehari dari potongan Rp1.000 per porsi.
Menurutnya, praktik tersebut berpotensi mengurangi anggaran operasional dapur dan memengaruhi kualitas makanan. BGN pun berkomitmen menertibkan yayasan yang tidak berperan langsung dalam pengelolaan dapur MBG.
(CNN)













