Media Berkemajuan

25 Mei 2024, 07:39

Apa Alasan BI Tahan Suku Bunga Sebesar 5,75 %?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ilustrasi mata uang asing [Foto: cnbcindonesia.com]

Jakarta, mu4.co.id – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 September 2023 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) sebesar 5,75 %, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00 %, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 %.

“Kami melihat BI masih akan menjaga bunga acuan sebagaimana sinyal BI sejauh ini,” ucap Ekonom Bank Danamon Irman Faiz, Selasa (17/10/2023).

Lantas apa alasan dibalik diputuskan dipertahankannya suku bunga acuan tersebut?

Gubernur BI Perry Warjiyo, S.E., M.Sc., Ph.D, mengatakan, “Kenaikan ini untuk memperkuat kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak mengingat tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk mitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor atau imported inflation sehingga inflasi tetap terkendali dalam sasaran 3 plus minus 1 % pada 2023 dan 2,5 plus minus 1 % pada 2024,” dalam konferensi pers, Kamis (19/10/2023).

Gubernur BI Perry Warjiyo, S.E., M.Sc., Ph.D [Foto: timesmedia.co.id]

Faiz juga menyebutkan tekanan terhadap rupiah saat ini membuka ruang BI untuk menaikkan suku bunga acuan, serta menimbang kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) dalam menentukan arah suku bunga acuannya yang semakin tak pasti, dan likuiditas global yang menurun.

Ditambah, jika The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan yang diperkirakan semakin menambah tekanan pada pasar keuangan dalam negeri, serta pada nilai tukar rupiah.

Oleh karena itu, Faiz memandang perlunya upaya mitigasi dari BI. Jika suku bunga acuan tidak dinaikkan, maka BI perlu menyiapkan instrumen atau penguatan kebijakan yang mendukung stabilitas rupiah. “Jika bunga acuan tidak naik, kemungkinan ada instrumen lain yang diterbitkan atau dimodifikasi untuk menarik arus modal asing,” ungkapnya.

Baca juga: Benarkah Utang RI Capai Rp17.500 Triliun? Yustinus Prastowo Buka Suara

Adapun, untuk nilai tukar rupiah per 17 Oktober 2023 ditutup pada level Rp15.716 per dolar AS, menguat tipis 0,03 % atau 5 poin dari level Rp15.721 per dolar AS pada Senin 16 Oktober 2023.

Pada awal Oktober 2023, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa tingkat suku bunga acuan di 5,75 % masih cukup untuk menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri.

Ia juga menambahkan dalam mendukung stabilitas rupiah, BI memandang bauran kebijakan akan menjadi langkah utama di tengah ketidakstabilan global.

Sumber: bisnis.com

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!