Media Berkemajuan

13 April 2024, 12:06

8 Atlet Bulu Tangkis Kena Sanksi Berat, Ini Penyebabnya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Atlet bulutangkis
Atlet bulutangkis terkena sanksi [Foto: suarasurabaya.net]

Jakarta, mu4.co.id – Delapan pemain bulu tangkis Indonesia dikenai sanksi berat oleh BWF (Badminton World Federation) karena terlibat dalam kasus taruhan dan match fixing. Pengumuman tersebut dirilis oleh BWF pada Rabu (27/3).

BWF menghukum delapan atlet Indonesia terkait match fixing diantaranya Hendra Tandjaya (ganda putra, ganda campuran), Ivandi Danang (ganda putra, ganda campuran), Androw Yunanto (tunggal putra, ganda putra), Sekartaji Putri (tunggal putri, ganda campuran), Mia Mawarti (tunggal putri), Fadila Afni (tunggal putri, ganda putri), Aditiya Dwiantoro (ganda putra), dan Agriprinna Prima Rahmanto Putra (tunggal putra, ganda putra, ganda campuran).

Hukuman BWF ini adalah kelanjutan dari tuduhan pada 2021. Dalam pernyataannya, BWF juga mengambil tindakan disiplin terhadap pemain dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan India.

“Panel Disiplin BWF memutuskan dugaan pelanggaran Statuta BWF dan mempunyai wewenang untuk menjatuhkan skorsing,” tulis BWF, dilansir dari CNN, Senin (1/4).

Baca Juga: Flash Kamera Ganggu Gregoria dalam Pertandingan, Ini Kronologinya!

Pada 22 Desember 2020, Panel Pemeriksa Independen BWF menjatuhkan sanksi seumur hidup kepada Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto. Selanjutnya, Sekartaji Putri dikenai larangan terlibat dalam kegiatan bulu tangkis selama 12 tahun, yaitu hingga 18 Januari 2032, serta denda sebesar US$12 ribu atau sekitar Rp190,5 juta.

Kemudian Mia Mawarti dan Fadilla Afni dikenai larangan terlibat dalam kegiatan bulu tangkis selama 12 tahun hingga 18 Januari 2030, ditambah denda sebesar US$10 ribu.

Sementara itu, Aditya Dwiantoro mendapat hukuman larangan bermain bulu tangkis selama 7 tahun hingga 18 Januari 2027, dengan denda US$7 ribu.

Lalu, Agripinna Prima Rahmanto dihukum larangan bermain selama 6 tahun hingga 18 Januari 2026, dan didenda US$3 ribu.

Seluruh sanksi berlaku sejak 18 Januari 2020. Para pemain Indonesia ini memiliki waktu 21 hari untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Match Fixing merupakan pengaturan pertandingan sehingga memunculkan skor atau hasil yang diinginkan. Pada umumnya, match fixing terjadi lewat pihak tertentu yang membayar pemain agar tidak bermain secara maksimal dalam laga.

Sumber: CNN

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!