Makkah, mu4.co.id – Setelah sempat terlihat lebih lengang pada Hari Arafah 9 Dzulhijjah 1447 H atau Selasa (26/5/2026), kawasan Masjidil Haram kembali dipadati jutaan jemaah haji dari berbagai negara pada Rabu (27/5/2026) dini hari bertepatan dengan 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha.
Kembalinya lautan manusia ke pelataran Ka’bah menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah pasca wukuf. Sebagian besar jemaah datang untuk menunaikan tawaf ifadah, salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan setelah bermalam (mabit) di Muzdalifah. Sementara jemaah lainnya langsung bergerak menuju Mina guna melaksanakan lempar jumrah.
Dilansir dari Kumparan, Jum’at (29/5), suasana khusyuk menyelimuti Masjidil Haram ketika gema takbir Idul Adha berkumandang dari berbagai penjuru. Jemaah tampak berjalan tertib mengelilingi Ka’bah sambil memanjatkan doa dan dzikir dalam suasana yang penuh haru.
Baca juga: Tuntunan Lengkap Rangkaian Prosesi Ibadah Haji Sesuai Sunnah
Tawaf ifadah sendiri dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran berlawanan arah jarum jam. Ibadah ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian haji yang harus ditunaikan setiap jemaah.
Sementara itu, Salat Idul Adha di Masjidil Haram dilaksanakan pada pukul 05.53 waktu Arab Saudi atau sekitar pukul 09.53 WIB. Ribuan jemaah memenuhi area masjid sejak sebelum fajar untuk mengikuti salat hari raya tersebut.
Di sisi lain, arus jemaah juga terus mengalir menuju kawasan Mina. Petugas haji Arab Saudi mengatur pergerakan jemaah secara ketat di sekitar Jembatan Jamarat agar proses lempar jumrah berlangsung aman dan tertib. Jalur-jalur pejalan kaki dipadati jemaah yang bergerak sesuai jadwal masing-masing.
Baca juga: Wajib Tahu! Ini Nomor Darurat yang Wajib Disimpan Jemaah Haji 2026
Secara geografis, Muzdalifah berjarak sekitar 10 kilometer dari Masjidil Haram dan sekitar 7 kilometer dari Mina. Jarak tersebut menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang harus ditempuh para jemaah dalam menunaikan rangkaian ibadah haji.

Bagi jemaah Indonesia yang merupakan kontingen terbesar dalam penyelenggaraan haji tahun ini, pemerintah telah mengatur jadwal khusus untuk pelaksanaan lempar jumrah maupun tawaf ifadah. Pengaturan waktu dilakukan pada periode yang dinilai lebih nyaman dan aman dengan mempertimbangkan kondisi fisik jemaah Indonesia yang didominasi oleh kelompok lanjut usia dan berisiko tinggi.
Dengan kembalinya aktivitas ibadah di Masjidil Haram dan Mina, rangkaian puncak haji 1447 Hijriah terus berlangsung dalam suasana khidmat, tertib, dan penuh semangat penghambaan kepada Allah SWT.
(Kumparan)












![Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan [LHP]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260529-WA0004-300x155.jpg)