Media Utama Terpercaya

25 Mei 2026, 21:17
Search

Wajib Tahu! Ini Nomor Darurat yang Wajib Disimpan Jemaah Haji 2026

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Nomor Darurat yang Wajib Disimpan Jemaah Haji 2026
Nomor Darurat yang Wajib Disimpan Jemaah Haji 2026 [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Jemaah haji yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci perlu memastikan seluruh persiapan Haji tahun 1447 H/2026 M berjalan dengan matang, termasuk menyimpan nomor darurat penting.

Hal tersebut penting dilakukan mengingat kondisi di lapangan yang dinamis. Diketahui setiap tahunnya, terdapat jemaah haji yang mengalami kendala mulai dari terpisah dari rombongan, kehilangan ponsel, hingga membutuhkan bantuan medis darurat di Makkah atau Madinah.

Dalam situasi seperti ini, memiliki akses ke nomor darurat dapat menjadi penyelamat. Sebaliknya, tanpa persiapan tersebut, jemaah berpotensi mengalami kepanikan dan kesulitan mendapatkan bantuan.

Berdasarkan unggahan Thread @haramain.guide, berikut nomor darurat yang wajib diketahui:

  • 999: Polisi
  • 997: Ambulans/darurat medis
  • 998: Pemadam Kebakaran
  • 911: Nomor darurat terpadu

Baca juga:  Jemaah Haji Lansia Asal Jakarta Hilang di Mekkah, Keluarga dan Petugas Terus Lakukan Pencarian

Selain itu, mengutip laman Kemenlu RI, jemaah juga dapat menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh melalui:

  • (+966) 11 4882800
  • (+966) 569173990

Adapun sejumlah nomor lain yang disarankan untuk dicatat jemaah haji sebelum berangkat diantaranya yaitu:

  • Nomor muthawwif atau pembimbing ibadah (dapat ditanyakan kepada travel)
  • Nomor tour leader dengan nomor aktif di Arab Saudi
  • Nomor hotel di Makkah
  • Nomor hotel di Madinah
  • Nomor keluarga di Indonesia yang dapat dihubungi 24 jam
  • Nomor teman satu rombongan (minimal 2-3 orang)

Dengan menyimpan nomor-nomor ini, jemaah akan lebih siap menghadapi berbagai situasi darurat.

Berikut beberapa cara menyimpan nomor darurat:

  • Di ponsel (kontak dan catatan), meskipun berisiko hilang jika ponsel mati atau hilang.
  • Di Google Sheet, sehingga dapat diakses dari perangkat lain yang terhubung internet.
  • Ditulis di kertas dan disimpan di saku sebagai cadangan yang tetap dapat digunakan.
  • Dibagikan kepada keluarga di Indonesia agar dapat membantu jika terjadi keadaan darurat.
  • Pendekatan ini memberikan lapisan keamanan tambahan sehingga data tetap tersedia dalam berbagai kondisi.

Persiapan matang menjadi kunci utama kelancaran ibadah di tanah suci. Dengan langkah sederhana seperti menyimpan dan mendistribusikan nomor penting, jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, aman, dan terorganisir.
(beritasatu.com)

[post-views]
Selaras