Maroko, mu4.co.id – Tokoh pemuda dan akademisi Indonesia, Beni Pramula, menyoroti konflik Timur Tengah dalam forum Future Action Conference 2026 di Casablanca, Maroko, yang digelar pada 1-4 Mei 2026.
Ia mengkritik perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta mengecam segala bentuk agresi yang berdampak pada warga sipil.
āSaya berdiri di sini untuk menyatakan penolakan keras terhadap segala bentuk agresi yang tidak manusiawi. Dunia bukanlah papan catur dingin tempat para penguasa menggerakkan bidak tanpa perasaan sementara rakyat jelata menanggung penderitaannya,” ucap Beni di hadapan para delegasi, dikutip dari Metro Tv, Selasa (5/5).
Forum ini mengangkat tema Global Action for a Sustainable and Peaceful Future dan diselenggarakan oleh organisasi berbasis Inggris, yakni Organisation for Global Peace and Sustainability (OGPS).
Dalam kesempatan itu, ia mengajak komunitas internasional bersikap tegas dan seimbang dalam menolak kekerasan, serta menegaskan diplomasi harus kembali menjadi sarana perdamaian, bukan pembenaran konflik bersenjata.
Sebagai solusi atas fragmentasi global, Beni menawarkan konsep kolaborasi transformatif melalui kerangka āThe 5-Sila for SDGsā sebagai kompas moral universal. Gagasannya mencakup solidaritas internasional, kemanusiaan berkeadilan, persatuan global, dialog bijak, dan keadilan sosial lintas batas.
Ia menekankan pentingnya peran āpembangun jembatanā untuk menyatukan dunia, bukan pemimpin yang memicu konflik.
Kehadirannya sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam mendorong perdamaian global, dengan seruan beralih dari diplomasi dingin ke kolaborasi berbasis kemanusiaan yang mendapat dukungan luas.
Profil Beni Pramula
Beni Pramula merupakan aktivis Muhammadiyah, penulis, dan politisi muda Indonesia. Pemuda kelahiran tahun 1988 ini dikenal saat menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) periode 2014ā2016, setelah terpilih dalam Muktamar IMM ke-14 di Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca Juga: Terbanyak di Dunia, Muhammadiyah Kelola 23 Fakultas Kedokteran di Indonesia!
Selain itu, Beni juga pernah memimpin organisasi internasional sebagai Presiden Asian-African Youth Government (AAYG) pada 2015ā2021, setelah dipilih oleh delegasi pemuda dari 21 negara dalam Konferensi Pemuda Asia-Afrika Plus di Bandung pada 2015 lalu.
Sebagai politikus, Beni Pramula pernah memimpin Partai Pelita pada 2022 hingga November 2023 sebelum digantikan kepengurusan baru.
Ia juga aktif sebagai penulis dengan sejumlah karya, di antaranya Merebut Momentum Meretas Zaman Menduniakan Gerakan (2014), Ironi Negeri Kepulauan (2015), dan Mengukir Sejarah Merawat Peradaban (2016).
(Metro Tv, Wikipedia)














