Media Berkemajuan

26 Mei 2024, 03:56

Situs Kemhan Israel di Hack, Ancam Jual Data Jika Tak Bebaskan Tahanan!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Foto yang berisi informasi sensitif yang diposting oleh NET Hunter. [Foto: akun X @SuppressedNws]

Israel, mu4.co.id – Kelompok Cyber yang dinamakan NET Hunter mengklaim berhasil membobol situs Kementerian Pertahanan Israel. Mereka mengancam akan menjual data rahasia Israel ke negara-negara pro-Palestina jika tidak membebaskan para sandera Palestina.

NET Hunter telah membocorkan beberapa dokumen dari situs Kementerian Pertahanan Israel sebelum mengunggah video keberhasilan mereka dalam meretasnya. Selanjutnya, mereka membagikan selebaran yang menuntut pembebasan sandera Palestina.

“Untuk mendukung Palestina, pelaksana pengadilan memiliki izin untuk melakukan negosiasi mengenai kebebasan tahanan Palestina dengan imbalan informasi tersebut,” tulis mereka di saluran Telegramnya, dikutip dari Tribunnews, Sabtu (13/4).

Baca Juga: 60 Situs Israel Diserang Hacker Berbagai Negara

Mereka juga menyatakan bahwa tindakan meretas ini adalah tanggapan terhadap tindakan Israel terhadap warga sipil di Gaza.

Selain itu, mereka menekankan bahwa Israel harus membebaskan 500 tahanan Palestina. Jika tidak, mereka mengancam akan mengungkapkan semua dokumen yang dihasilkan melalui peretasan tersebut.

Beberapa dokumen yang mereka peroleh di antaranya:

  • Kontrak antara Kementerian Keamanan Israel dan kontraktor Israel;
  • Kontrak antara Kementerian Keamanan Israel dan negara-negara asing, termasuk rincian kontrak, tanggal kontrak, tanggal pengiriman, korespondensi kontrak, jumlah total.
  • ⁠Informasi rahasia dari Kementerian Keamanan Israel
  • Cetak biru militer dan gambar teknis Kementerian
  • Daftar tenaga kerja Kementerian
  • Basis Data Kementerian
  • Informasi tentang tentara yang terluka⁠

Baca Juga: Israel Tarik Pasukan Militernya dari Gaza, Apa yang Terjadi?

NET Hunter meminta orang-orang di negara-negara pendukung Israel untuk berkumpul di depan kantor utama, menghentikan kerja sama, dan menuntut berakhirnya genosida di Gaza.

Kabar peretasan ini juga dikonfirmasi oleh sumber keamanan Israel melalui surat kabar Hareetz. Sumber keamanan Israel menyatakan bahwa komputer kementerian telah diretas pada 9 April 2024.

Sumber: Tribunnews

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!