Media Utama Terpercaya

14 April 2026, 22:29
Search

Perkuat Ketahanan Pangan, Kalsel Kembangkan Itik Lewat Inovasi SITI HAWA LARI. Begini Konsepnya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Pemrpov Kalsel datangi pengembangan peternakan itik
Pemrpov Kalsel datangi pengembangan peternakan itik. [Foto: Media Center Provinsi Kalimantan Selatan]

Banjarbaru, mu4.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus meningkatkan penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan berbasis potensi lokal. Salah satu langkah yang dijalankan yakni pengembangan program Sistem Integrasi Ternak Itik di Lahan Rawa dan Lahan Kering (SITI HAWA LARI), yang dirancang sebagai model usaha peternakan terpadu dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga membangun rantai usaha yang saling terhubung, mulai dari penyediaan pakan hingga pemasaran hasil ternak. Pengembangan itik alabio sebagai komoditas khas daerah juga menjadi fokus utama dalam mendukung ketahanan pangan.

“Melalui program SITI HAWA LARI, kami tidak hanya meningkatkan populasi dan produksi itik, tetapi juga membangun sistem usaha peternakan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di pedesaan,” ujarnya dilansir dari Media Center Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (14/4).

Baca juga: BBTPH Kalsel Kembangkan Inovasi Pembenihan Buah Khas Lokal

Dalam pelaksanaannya, SITI HAWA LARI mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dengan pendekatan sistem tertutup. Lahan rawa dan lahan kering dimanfaatkan sebagai basis budidaya, sementara peternak dilibatkan melalui pola kemitraan untuk memperkuat kemandirian usaha.

Sejauh ini, program tersebut telah menjangkau ratusan kelompok dengan total 803 klaster budidaya. Populasi itik yang dikembangkan telah melampaui 3,1 juta ekor, dengan produksi mencapai 2.098 ton daging dan lebih dari 25 ribu ton telur.

Capaian ini dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, sekaligus membuka peluang kerja baru di sektor peternakan. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan plasma nutfah lokal serta membantu menjaga kestabilan harga pangan di daerah.

Baca juga: NTP Kalsel Naik, Sinyal Daya Beli Petani Kian Membaik!

Ke depan, pemerintah daerah menargetkan perluasan hingga 1.000 klaster budidaya, serta mendorong keterlibatan dunia usaha melalui skema kemitraan dan program tanggung jawab sosial dan mampu menjadi contoh pengembangan agribisnis itik yang modern, inklusif.

Dengan langkah tersebut, SITI HAWA LARI diharapkan memperkuat Kalimantan Selatan menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan sekaligus pusat pengembangan komoditas unggulan berbasis kearifan lokal di Indonesia.

(Media Center Provinsi Kalimantan Selatan)

[post-views]
Selaras