Media Utama Terpercaya

29 Oktober 2026, 22:08
Search

Muhammadiyah dan Kuwait Perluas Kolaborasi, Rencana Pembangunan Rumah Sakit Turut Dibahas

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Duta Besar Kuwait H.E. Khalid Jassim Alyassin dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
Duta Besar Kuwait H.E. Khalid Jassim Alyassin dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. [Foto: Muhammadiyah]

Jakarta, mu4.co.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Kedutaan Besar Kuwait menjajaki perluasan kerja sama di bidang pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan, termasuk peluang pembangunan rumah sakit yang disambut positif Duta Besar Kuwait, H.E. Khalid Jassim Alyassin.

Pembahasan berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/10), dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama sejumlah jajaran pimpinan lainnya.

Haedar menyebut hubungan Muhammadiyah dan Kuwait telah terjalin selama 20–30 tahun. Selama itu, Kuwait turut mendukung kegiatan dakwah Muhammadiyah, terutama pembangunan masjid dan pengembangan pendidikan di berbagai daerah Indonesia.

Baca Juga: Perkuat Pengelolaan Sekolah, PDM Banjarmasin Gelar Diklat Pengembangan Sekolah Muhammadiyah!

“Kuwait sudah mengenal Muhammadiyah. Selama 20–30 tahun, Muhammadiyah dan Kuwait telah menjalin kerja sama. Kuwait banyak membantu Muhammadiyah, terutama dalam pembangunan masjid dan pendidikan,” ungkap Haedar dikutip dari laman Muhammadiyah, Kamis (29/10).

Muhammadiyah turut menawarkan kerja sama pembangunan rumah sakit dengan skema penyediaan lahan oleh persyarikatan. Bekasi menjadi salah satu lokasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Duta Besar Kuwait menyambut positif rencana itu dan meminta Muhammadiyah menyiapkan proposal untuk ditindaklanjuti bersama pihak terkait. Meski demikian, pembangunan maupun pendanaannya masih dalam tahap penjajakan.

Baca Juga: Muhammadiyah Gandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Luncurkan Program Wisata Napak Tilas

Melalui penerjemah Muhammad Nahdi, Dubes Kuwait juga berharap hubungan kedua pihak semakin erat dan membuka lebih banyak peluang kerja sama.

“Pertemuan ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih besar di kemudian hari. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan dunia. Kerja sama dapat dikembangkan di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan bidang-bidang lain yang memungkinkan untuk dikerjasamakan,” kata Dubes Kuwait H.E. Khalid Jassim Alyassin melalui terjemahan Muhammad Nahdi.

Haedar juga menyampaikan program pemberdayaan ekonomi bagi kaum duafa yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama dengan Kuwait. Muhammadiyah berharap hubungan kedua pihak dapat diperkuat melalui program nyata di bidang pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan.

(Muhammadiyah)

[post-views]
Selaras