Media Utama Terpercaya

27 Oktober 2026, 23:29
Search

Muhammadiyah Gandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Luncurkan Program Wisata Napak Tilas

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program Wisata Napak Tilas
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program Wisata Napak Tilas. [Foto: TvMu]

Yogyakarta, mu4.co.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) meluncurkan program Wisata Napak Tilas sekaligus menjalin kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI.

Peluncuran dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut berlangsung dalam Silaturahmi Nasional Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, Sabtu (24/10).

MoU ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy bersama Asisten Deputi Kementerian Pariwisata Indri Wahyu Susanti yang mewakili Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Baca Juga: Siapkan Masjid Tangguh Bencana, Kader Muda Masjid Muhammadiyah Banjarmasin Dapat Pembekalan dan Masker Gratis di Masjid Al Jihad Banjarmasin

Sementara itu, Muhadjir Effendy mendorong pelaku usaha Muhammadiyah lebih berani menangkap peluang bisnis, ekonomi kreatif, dan pariwisata untuk memperkuat kemandirian ekonomi persyarikatan.

Dalam forum Silaturahmi Nasional Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah, Ahad (25/10), Muhadjir mengutip pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yakni agar pelaku ekonomi tidak hanya sibuk berdiskusi, tetapi fokus menghasilkan pendapatan melalui usaha nyata.

Ia juga menyoroti dua peluang strategis yang perlu dikembangkan Muhammadiyah, yakni bisnis haji dan umrah serta wisata sejarah Muhammadiyah. Khusus sektor haji dan umrah, Muhadjir mendorong pelaku usaha persyarikatan mengambil peran lebih aktif dan mandiri.

“Bahkan LPEK sebenarnya bisa bekerja sama dengan Lembaga Haji dan Umrah (LHU) untuk menyewa jangka panjang, sekitar 20 tahun, atau membeli tower/hotel berkapasitas besar yang berjarak 300 hingga 500 meter dari Masjidil Haram,” ucap Muhadjir dikutip dari laman Muhammadiyah, Selasa (27/10).

Baca Juga: Wujudkan Parekraf Berkemajuan, Ketua Takmir Masjid Al Jihad Banjarmasin Hadiri Silatnas Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang digelar LPEK PP Muhammadiyah di Yogyakarta

Muhadjir menilai bisnis haji dan umrah berpeluang memperkuat peran Muhammadiyah dalam menyediakan layanan bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci melalui perencanaan dan kerja sama yang matang.

Ia juga mendorong pengembangan wisata sejarah Muhammadiyah di Yogyakarta dengan merawat situs bersejarah sebagai destinasi edukasi. 

Selain menjadi sarana pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bagi generasi muda, wisata tersebut dapat memperkenalkan perjalanan serta kontribusi Muhammadiyah kepada masyarakat luas hingga mancanegara.

Muhadjir turut mengajak kader Muhammadiyah aktif mendokumentasikan dan menulis sejarah persyarikatan secara utuh agar nilai-nilai perjuangannya tetap dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

(Muhammadiyah, TvMu)

[post-views]
Selaras