Media Utama Terpercaya

17 April 2026, 22:20
Search

Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus Lewat PT Suryavena Farma Indonesia untuk Perkuat Kemandirian Kesehatan

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Penandatanganan pendirian PT Suryavena Farma Indonesia sebagai entitas bisnis baru PP Muhammadiyah
Penandatanganan pendirian PT Suryavena Farma Indonesia sebagai entitas bisnis baru PP Muhammadiyah. [Foto: Antara]

Jakarta, mu4.co.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyiapkan pembangunan pabrik cairan infus melalui entitas bisnis barunya, PT Suryavena Farma Indonesia, untuk memperkuat kemandirian sektor kesehatan di lingkungan organisasi. Hal ini disampaikan Dirut PT Suryavena Farma Indonesia, Tatat Rahmita Utami, usai peluncuran perusahaan di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (13/4).

“Selama ini Muhammadiyah kuat di sektor kesehatan dan pendidikan. Namun, untuk suplai alat kesehatan dan obat-obatan, masih bergantung pada pihak luar,” terang Tatat dikutip dari Antara, Jum’at (17/4).

Tatat Rahmita menyebut Muhammadiyah kini mengelola sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 300 klinik di berbagai daerah, dengan jumlah yang terus bertambah setiap tahun. Namun, jaringan besar tersebut belum didukung industri hulu kesehatan milik sendiri.

Baca Juga: Universitas Muhammadiyah Magelang Resmikan Fakultas Kedokteran. Begini Perjalanannya!

Kondisi ini mendorong Muhammadiyah mulai memproduksi kebutuhan medis secara mandiri, diawali dengan cairan infus bermerek Suryavena. 

Selama dua tahun terakhir, Muhammadiyah masih memproduksi infus lewat skema maklon yang kerap terkendala konsistensi pasokan. Karena itu, organisasi ini berinisiatif membangun pabrik sendiri di Karangploso, Malang, Jawa Timur, yang dikenal sebagai sentra industri cairan infus nasional.

“Lahan yang tersedia sekitar 14 hektare dan sudah melalui uji kelayakan, termasuk kualitas air. Hasilnya memenuhi syarat untuk pembangunan pabrik cairan infus,” ungkap Tatat.

Baca Juga: EMT Muhammadiyah Jadi Tim Medis Darurat Pertama Terverifikasi WHO di Indonesia. Begini Perjuangannya!

Pembangunan pabrik ditargetkan segera dimulai dan diharapkan beroperasi pada akhir 2027 atau awal 2028 dengan pendanaan dari perbankan dan investor. Studi kelayakan telah dilakukan bersama Institut Teknologi Bandung serta konsultan keuangan. 

Kapasitas produksi ditargetkan 15 juta botol per tahun, sekitar 13 juta botol untuk kebutuhan internal Muhammadiyah, sementara sisanya dipasarkan ke umum karena permintaan dinilai tinggi berkat harga kompetitif dan kualitas baik.

“Bahkan di luar rumah sakit Muhammadiyah sudah banyak yang berminat, tetapi saat ini masih terbatas karena kapasitas produksi belum optimal,” ucapnya.

(Antara)

[post-views]
Selaras