Mempawah, mu4.co.id – Kapal perang Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) yang juga membawa Angkatan Darat Bela Diri Jepang (JGSDF) tiba di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Kamis (10/9), setelah 11 hari berlayar dari Jepang untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan.
Kedatangan pasukan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Rombongan juga disambut Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan dan Komandan Kodaeral XII/Lantamal XII Laksda TNI Sawa.
Kedatangan mereka disertai pengerahan sejumlah helikopter Jepang yang digunakan dalam operasi pemadaman karhutla.
“Kapal JMSDF JS Kunisaki, yang membawa helikopter CH-47 milik JGSDF, tiba hari ini di Pelabuhan Kijing, Indonesia, untuk melaksanakan kegiatan bantuan bencana internasional guna menanggulangi kebakaran hutan yang telah menyebabkan kerusakan parah di negara tersebut,” tulis Kementerian Pertahanan Jepang dikutip dari VOI, Senin (14/9).
Baca Juga: Jepang Terjunkan JS Kunisaki dan Helikopter CH-47, Pasukan Bela Diri Padamkan Karhutla Kalimantan
“Kementerian Pertahanan dan Pasukan Bela Diri Jepang akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu Indonesia mencegah eskalasi kerusakan lebih lanjut,” lanjutnya.
Kapal JS Kunisaki (LST-4003) membawa sekitar 350 personel Pasukan Bela Diri Maritim dan Darat Jepang serta tiga helikopter CH-47 ke Kalimantan Barat.
Tiga helikopter tersebut akan membantu militer Indonesia melakukan pemadaman karhutla dari udara selama sekitar satu minggu mulai Ahad (12/9).
Helikopter CH-47 sendiri mampu mengambil air dari sungai dan melakukan water bombing dengan kapasitas angkut hingga 5 ton sekali operasi.
Kapal kelas Osumi berbobot 8.900 ton itu sebelumnya bertolak dari pangkalan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di Kure, Hiroshima, pada 30 Agustus 2026. Pengerahan JGSDF menjadi bagian dari dukungan Jepang kepada Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
(VOI, WartaKota)














