Banjarmasin, mu4.co.id – Hari Arafah bukan sekadar hari biasa dalam kalender Islam; ia adalah puncak dari segala keutamaan, sebuah momentum emas di mana rahmat Allah turun begitu melimpah dan ampunan-Nya membentang luas.
Bagi umat Muslim, baik yang sedang menjalankan ibadah haji di Padang Arafah maupun yang berada di tanah air, hari ini adalah waktu paling mustajab untuk melangitkan segala hajat, mengadukan segala lara, dan memohon ampunan atas segala dosa. Karena pada hari itu Allah turun ke langit dunia dan membanggakan hamba-Nya di hadapan para malaikat, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban disebutkan:
إِذَا كَانَ يَوْمُ عَرَفَةَ إِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ إِلَى السَّمَاءِ فَيُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ، فَيَقُولُ: انْظُرُوا إِلَى عِبَادِي أَتَوْنِي شُعْثًا غُبْرًا ضَاحِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ أُشْهِدُكُمْ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ ” فَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: أَيْ رَبِّ فِيهِمْ فُلَانٌ يَزْهُو وَفُلَانٌ وَفُلَانٌ قَالَ: يَقُولُ اللَّهُ: «قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ»
Artinya: “Pada hari Arafah, Allah turun ke langit dunia dan membanggakan mereka yang wukuf di hadapan para malaikat. Allah berkata, “Lihatlah hamba-hamba-Ku itu! Mereka datang dari segala penjuru dengan rambut kusut dan tubuh berdebu… saksikanlah oleh kalian, bahwa Aku telah mengampuni mereka”. Para malaikat menyela, “Akan tetapi di sana ada si fulan dan si fulan?”, namun kata Allah: “Aku telah mengampuni mereka”. (HR. Ibnu Khuzaimah no. 2840 dan Ibnu Hibban no. 3853)
Setiap detiknya begitu berharga, sehingga sangat disayangkan jika berlalu begitu saja tanpa lantunan zikir dan doa yang khusyuk.
Perintah untuk memperbanyak doa di hari istimewa ini bukan tanpa alasan, melainkan bersumber langsung dari lisan mulia Rasulullah ﷺ. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.“ (HR. At-Tirmidzi no.3585)
Hadis ini menjadi penegas bahwa doa yang dipanjatkan pada hari Arafah memiliki kedudukan yang paling mulia dan peluang terbesar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, mari persiapkan hati dan lisan kita untuk memperbanyak ketukan di pintu langit pada hari yang penuh berkah ini.
Berikut ini beberapa kumpulan doa-doa yang dapat dipanjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala di hari Arafah:
- Do’a utama di hari Arafah
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir
“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu”.” (HR. Tirmidzi no. 3585).
2. Do’a memohon ampun atas segala dosa:
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
Rabbanaa faghfirlanaa dzunubanaa wa kaffir anna sayyiatinaa wa tawaffana maal abrar
“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.” (Surah Ali ‘Imran ayat 193)
3. Do’a memohon ampunan (do’a Nabi Adam):
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa, wa in lam taghfir lanaa wa tarhamnaa, lanakuunanna minal khaasiriin
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi.” (Surah Al-A’raf ayat 23).
4. Do’a pengakuan kekurangan diri (do’a Nabi Yunus):
لا إلهَ إلا أنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin
“Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” (Surah Al-Anbiya ayat 87).
5. Do’a mohon keteguhan iman:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaytanaa wahab lanaa mil ladunka rahmah, innaka antal wahhaab
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi.” (Surah Ali ‘Imran ayat 8).
6. Do’a memohon rezeki yang halal:
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ )
Allaahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bifadlika ‘amman siwaak
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi no. 3563, Al-Hakim, dan Ahmad)
7. Do’a agar husnul khatimah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ
Allahumma inni as’aluka husnal khatimah
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu akhir hidup yang baik.”
8. Do’a selalu taat kepada Allah:
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Inni wajjahtu wajhiya lillazi fatarassamawati wal arda hanifaw wa ma ana minal musyrikin
“Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang lurus, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan-Nya.” (Surah Al-An’am ayat 79).
9. Do’a kebaikan dunia akhirat:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (Surah Al-Baqarah ayat 201).
10. Do’a perlindungan dari api neraka:
اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
Allaahumma ajirnii minannaar
“Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka.”
11. Do’a memohon kemudahan:
اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَسَهْلاً
Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla, wa anta taj’alul hazna idha shi’ta sahla
“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan) jika Engkau menghendaki, menjadi mudah.”
12. Do’a memohon kebaikan di seluruh perkara:
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfata ‘ain, wa ashlih li sya’ni kullahu, la ilaha illa anta
“Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap mata pun, dan perbaikilah bagiku segala urusanku. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud no. 5090, Ahmad, dan Ibnu Hibban)
13. Do’a memohon diterimanya amal (Do’a Nabi Ibrahim):
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antassami’ul aliim
“Ya Tuhan kami, terimalah (amal ibadah) dari kami. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Surah Al-Baqarah ayat 127).
14. Doa berlindung dari 4 perkara:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Allahumma inni audzubika min ‘adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarrífitnatil masihid dajjal
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR. Bukhari no. 1377 dan Muslim no. 588)
15. Doa untuk ilmu yang bermanfaat:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً .
Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqan thayyibaa wa ‘amalan mutaqabbalaa
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.” (HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 294, dinilai shahih oleh para ulama)
16. Doa memohon hisab yang mudah:
اللَّهُمَّ حَاسِبْنِي حِسَاباً يَسِيرًا
Allahumma haasibnii hisaabay yasiiraa
“Ya Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah.” (HR. Ahmad 6: 48 dan Al-Hakim 1: 255, dinilai shahih)
17. Do’a berlindung dari hilangnya nikmat:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Allahumma inni a’udzu bika min zawāli ni’matik, wa tahawwuli ‘aafiyatik, wa fuja’ati niqmatik, wa jami’i sakhatik
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dan dari berubahnya kesehatan/keselamatan yang telah Engkau anugerahkan, dan dari siksaan/musibah-Mu yang datang secara tiba-tiba, serta dari segala bentuk kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim (No. 2739).
18. Do’a untuk kedua orang tua dan orang beriman lain:
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ .
Rabbanaghfir lii wa liwaalidayya wa lil mu’miniina yauma yaquumul hisaab
“Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hitungan (hari kiamat).” (Surah Ibrahim ayat 41)
19. Do’a agar diberi keteguhan hati dan iman:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi (No. 3522) dan Ahmad).













