Media Utama Terpercaya

10 Juli 2026, 17:56
Search

RI Sepakati Pembelian Rudal BrahMos dan Astra dari India, Kemhan Enggan Ungkap Nilai Kontrak

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Rudal Brahmos dari India
Rudal Brahmos dari India. [Foto: GBP Aerospace & Defence]

Jakarta, mu4.co.id – Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati kerja sama pengadaan rudal BrahMos dan misil Astra. Namun, Kementerian Pertahanan (Kemhan) belum mengungkap nilai kontra antara keduanya.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan rincian nilai pengadaan alutsista tidak dapat disampaikan kepada publik. Ia juga membantah laporan yang menyebut nilai kontrak rudal BrahMos mencapai 200–350 juta dolar AS atau sekitar Rp3,3 triliun hingga Rp5,9 triliun.

“Informasi mengenai aspek komersial maupun teknis pengadaan, termasuk nilai kontrak, jumlah unit, dan jadwal pengiriman, penyampaiannya dibatasi dengan mempertimbangkan kepentingan pertahanan negara, keamanan, dan strategi militer,” ujar Rico dikutip dari Kompas, Jum’at (10/7).

Baca Juga: Indonesia Siapkan Bandara Antariksa Bersama India, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Berdasarkan sumber dari media India, nilai pengadaan rudal BrahMos oleh Indonesia diperkirakan mencapai 630 juta dolar AS atau sekitar Rp11,4 triliun. Namun, Kemhan tidak mengonfirmasi angka tersebut.

Rico menjelaskan kerja sama pertahanan Indonesia dan India mencakup pengadaan dua jenis alutsista, yakni rudal jelajah BrahMos serta misil udara ke udara (air-to-air missile) Astra yang diproduksi industri pertahanan India.

“BrahMos adalah rudal jelajah (cruise missile) supersonik, sedangkan Astra merupakan rudal udara-ke-udara (air-to-air missile),” terang Rico.

(Kompas)

[post-views]
Selaras