Media Utama Terpercaya

8 Juli 2026, 11:22
Search

Cegah Gagal Berangkat! Travel Umrah Diminta Perhatikan 4 Hal Krusial Ini

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
4 hal penting agar visa umrah diterbitkan
4 hal krusial yang bisa menghambat keberangkatan jemaah umrah [Foto: ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) mendesak para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk lebih memperhatikan empat aspek krusial sebelum memberangkatkan jemaah. Langkah preventif ini dinilai sangat penting demi mengantisipasi risiko visa umrah gagal terbit, yang otomatis bisa memicu pembatalan keberangkatan.

Wakil Ketua Umum HIMPUH Bidang Umrah, Fatma Kartika Sari dilansir dari Himpuh, Rabu (8/7), mengungkapkan bahwa sejauh ini masih ada beberapa detail yang kerap kali diabaikan oleh pihak penyelenggara. Padahal, kelalaian kecil tersebut berpotensi besar menghambat proses birokrasi visa. Oleh karena itu, ia meminta seluruh PPIU—khususnya yang bernaung di bawah HIMPUH—untuk ekstra cermat dalam mematangkan seluruh dokumen persyaratan.

“Saya perlu mengingatkan kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), terutama anggota HIMPUH, agar memperhatikan empat poin ini untuk menghindari gagal terbit visa yang pada gilirannya dapat mengakibatkan gagal berangkat jemaah,” ujar Fatma.

Baca juga: Umrah 1448 H Lebih Digital: Kenali 4 Aturan Baru dan Panduan Penting bagi Jemaah!

Berikut ini 4 hal krusial yang bisa menghambat keberangkatan jemaah umrah:

1. Jangan Mepet Urus Visa

Poin pertama yang disorot tajam adalah manajemen waktu pengajuan visa. Fatma sangat menyarankan agar PPIU memproses visa sejak jauh hari demi menghindari kendala tak terduga pada sistem digital.

“Lakukan proses pengurusan visa umrah jauh-jauh hari untuk mengantisipasi sistem down. Kalau terlalu mepet bisa berbahaya,” katanya.

2. Pengurusan Visa yang Kredibel

Selain masalah waktu, pemilihan provider visa yang kredibel dan memiliki rekam jejak bersih juga menjadi kunci kelancaran proses ini. Agar jangan sampai visa gagal diterbitkan.

Baca juga: Aturan Baru 2026: Travel Tak Bisa Lagi Urus Tasreh, Jemaah Umrah Wajib Mandiri Booking Raudhah Lewat Nusuk!

3. Jangan Manipulasi Dokumen Kesehatan

Aspek berikutnya berkaitan langsung dengan regulasi kesehatan yang ketat. HIMPUH mewanti-wanti agar tidak ada satu pun PPIU yang nekat memalsukan status vaksinasi jemaah demi mematuhi aturan ketat dari Pemerintah Arab Saudi.

“Hindari manipulasi dokumen vaksin. Lakukan sesuai ketentuan, yaitu vaksinasi meningitis dan polio bagi jemaah umrah yang juga dilengkapi dengan sertifikat International Certificate of Vaccination (ICV),” tegasnya.

4. Hotel tervalidasi di Sistem Nusuk

Terakhir, Fatma mengingatkan agar akomodasi jemaah dipastikan telah terintegrasi secara resmi dengan regulasi terbaru Arab Saudi. Sederhananya, hotel yang dipesan wajib sudah tersinkronisasi dengan platform resmi mereka.

“Pastikan pesan hotel yang sudah ter-approve di sistem Nusuk,” ujarnya.

Melalui imbauan ini, Fatma berharap keempat poin di atas bisa langsung diadopsi sebagai Standard Operating Procedure (SOP) wajib oleh seluruh PPIU dalam setiap musim keberangkatan.

Menurutnya, kedisiplinan agen dalam mematuhi aturan main yang berlaku adalah cara paling ampuh untuk meminimalkan drama administrasi. Dengan begitu, visa jemaah bisa terbit tepat waktu dan ibadah ke Tanah Suci pun dapat berjalan sesuai rencana.

[post-views]
Selaras