Madinah, mu4.co.id – Musim umrah 1448 Hijriah membawa angin perubahan besar bagi para jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pemerintah Arab Saudi terus berbenah dan memperketat sistem digitalisasi demi meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan ketertiban ibadah di Tanah Suci.
Pasca-musim haji lalu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memberlakukan beberapa regulasi baru yang wajib dipahami oleh setiap jemaah maupun biro perjalanan (travel) umrah.
Berikut adalah 4 poin perubahan utama yang harus diperhatikan calon jemaah umrah sebelum berangkat ke Tanah Suci yang dikutip dari berbagai sumber informasi haji dan umrah Arab Saudi, Senin (15/6):
1. Hotel Wajib Terdaftar di Platform Nusuk
Sistem pemesanan akomodasi kini tidak bisa lagi dilakukan secara sembarangan atau melalui jalur tidak resmi. Semua hotel yang digunakan oleh jemaah umrah, baik di Makkah maupun Madinah, harus sudah terintegrasi dan terdaftar di dalam platform Nusuk. Aturan ini dibuat untuk mencegah penipuan akomodasi dan memastikan jemaah mendapatkan fasilitas yang layak serta sesuai dengan paket yang dibayarkan.
Baca juga: Musim Umrah 1448 H Resmi Dimulai Pada 1 Juni 2026!
2. Izin Masuk Raudhah (Tasreh) Tidak Lagi Diurus Kolektif
Jika pada musim-musim sebelumnya izin masuk ke Raudhah (taman surga di Masjid Nabawi) bisa diurus secara masal atau kolektif oleh pihak travel, kini aturan tersebut berubah. Tasreh Raudhah sekarang bersifat individual. Setiap jemaah harus mengajukan izin masuk secara mandiri. Hal ini bertujuan agar antrean lebih tertib dan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi setiap jemaah.
3. Wajib Mengunduh dan Mengaktifkan Aplikasi Nusuk
Sejalan dengan poin kedua, setiap jemaah umrah wajib mengunduh (download) aplikasi Nusuk di smartphone masing-masing sebelum tiba di Arab Saudi. Aplikasi inilah yang menjadi “kunci digital” Anda selama di sana, mulai dari mengajukan izin umrah hingga memesan jadwal (slot) masuk ke Raudhah. Pastikan paspor dan visa Anda sudah tersinkronisasi dengan baik di aplikasi ini.
4. Jemaah Akan Mendapatkan Kartu Nusuk (Nusuk Card)
Sama seperti jemaah haji, kini jemaah umrah juga akan dibekali dengan Kartu Nusuk resmi. Kartu ini berfungsi sebagai identitas utama jemaah selama berada di kawasan suci. Kartu Nusuk memuat data digital jemaah dan akan dipindai (scan) oleh petugas keamanan saat Anda hendak memasuki area-area ibadah tertentu atau saat pemeriksaan dokumen.
Informasi Tambahan Penting untuk Jemaah
Selain empat poin utama di atas, ada beberapa hal krusial yang perlu dipersiapkan oleh jemaah terkait aturan baru ini:
• Pentingnya Literasi Digital: Karena hampir semua akses menggunakan aplikasi, jemaah (terutama yang berusia lanjut) diharapkan didampingi oleh keluarga atau pembimbing travel yang paham teknologi untuk memandu penggunaan aplikasi Nusuk.
• Ketepatan Waktu (Punctuality): Jadwal masuk Raudhah dan Umrah yang tertera di aplikasi Nusuk sangat ketat. Jika Anda terlambat dari slot waktu yang tertera, izin Anda bisa hangus dan Anda harus mengantre jadwal baru yang belum tentu tersedia dalam waktu dekat.
• Paket Data Internet: Pastikan smartphone Anda memiliki paket data internet yang aktif dan stabil sejak tiba di bandara Arab Saudi (bisa menggunakan kartu SIM lokal atau paket roaming) agar aplikasi Nusuk selalu bisa diakses kapan saja.
Baca juga: Sambut Musim Umrah 1448 H, Arab Saudi Luncurkan Kontrak Digital Umrah Lewat Platform Masar Nusuk!
Pesan dan Imbauan untuk Jemaah Umrah
Menanggapi aturan baru ini, para jemaah diimbau untuk lebih selektif dan kritis dalam memilih biro perjalanan umrah (PPIU). Pastikan travel yang Anda pilih memiliki rekam jejak yang baik dan taat terhadap regulasi terbaru dari Pemerintah Arab Saudi agar tidak ada kendala teknis saat tiba di sana.
Selain itu, jagalah fisik dan kesehatan Anda. Perubahan sistem ke arah digital ini menuntut jemaah untuk lebih mandiri dan disiplin. Mari kita luruskan niat, persiapkan diri dengan matang, dan patuhi segala peraturan yang berlaku demi kelancaran ibadah kita semua.
Semoga perjalanan umrah anda meraih umrah yang makbullah. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.













